MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Pelanggaran Protokol Medis Meningkat, Keluarga ''Culik'' Pasien Covid-19 Dari Rumah Sakit
Senin, 29-06-2020 - 14:40:03 WIB
Fasilitas Drive-Thru cek Covid-19 di Jakarta. (Foto: RMOL) 
TERKAIT:
 
  • Pelanggaran Protokol Medis Meningkat, Keluarga ''Culik'' Pasien Covid-19 Dari Rumah Sakit
  •  

    JAKARTA, MataPers - Di tengah pelonggaran aturan karantina, pelanggaran protokol medis kini semakin meningkat di Indonesia dan menimbulkan keprihatinan serta kecemasan tak terkontrolnya  wabah Covid-19. 

    Sejumlah peristiwa "perlawanan" dan penolakan masyarakat terhadap langkah-langkah protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah telah terjadi secara berulang-ulang di berbagai daerah. Di Ambon Maluku, misalnya, di tengah aturan jaga jarak dan pembatasan sosial, sekelompok warga setempat mengambil paksa peti jenazah pasien positif corona dari ambulans setelah dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Haulussy Ambon Maluku. 

    Keluarga Hasan Keiya warga Desa Walo, Maluku Tengah, menolak pasien dimakamkan secara protokol kesehatan di tempat pemakaman khusus corona Desa Hunut, Kecamatan Teluk Ambon. Keluarga berkeyakinan bahwa pasien meninggal bukan karena Covid-19. 

    Aksi cegat jenazah dilakukan warga di tengah jalan menuju taman pemakaman khusus corona di Desa Hunut, Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (26/6/2020) lalu. Polisi yang mengawal peti jenazah dan petugas pemakaman yang berpakaian lengkap APD akhirnya menyerah setelah masyarakat mengepung mobil ambulans. 

    Dikutip dari CNN, masyarakat berhasil memikul peti jenazah dengan mengumandangkan selawat dan takbir. 

    Kasus lainnya, terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Saudara lelaki dari seorang wanita yang meninggal karena Covid-19 nekat memikul tubuhnya dengan kasur rumah sakit dan kemudian membawanya pulang. 

    Departemen kesehatan menjemput kembali jenazah untuk ditangani sesuai protokol kesehatan, tetapi pihak keluarga berkeras mengusir petugas. Beberapa hari setelah itu, empat anggota keluarga itu dinyatakan positif Covid-19. 

    Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan semakin banyak keluarga yang menculik atau memindahkan pasien Covid-19  tanpa persetujuan dari rumah sakit. "Kegagalan untuk mematuhi protokol medis ini adalah salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah infeksi, khususnya di Jawa Timur," katanya prihatin. 

    Jawa Timur telah mencatat angka yang cukup tinggi untuk kasus Covid-19, bahkan jumlahnya melampaui jumlah infeksi di Jakarta.  Sampai dengan Minggu (28/6) jumlah pasien Covid-19 di Jakarta 11.114 orang, sementara di Jawa Timur lebih tinggi, yaitu 11.508 orang. 

    Dengan banyaknya pelanggaran protokoler dan ketidakpahaman penanganan jenazah, dipastikan Indonesia menghadapi tantangan yang cukup berat dalam penanganan pencegahan penyebaran wabah ini. 

    Belum lagi sebagian mesyarakat masih menolak untuk melakukan tes Covid-19. Rata-rata mereka beralasan takut mengalami diskriminasi dan pandangan sosial terkait Covid-19 dari lingkungan sekitar. 

    Di Pekanbaru, Riau, para pedagang langsung menutup tokonya begitu tahu tim kesehatan akan melakukan skrining Covid-19. Hal yang sama terjadi di pasar di kota-kota lain termasuk Jakarta, di mana sebagian besar pedagang takut mereka akan dilarang bekerja jika mereka positif terkena virus. 

    Media online RMOL.ID melaporkan, Riau akan melakukan tes penyaringan skala besar di pasar-pasar tradisional, setelah pihak berwenang setempat mendeteksi adanya gelombang kedua penyebaran virus. 

    Seorang juru bicara untuk Tim Aksi Covid-19, Mulyadi, mengatakan bahwa berdasarkan peningkatan kasus minggu lalu, efek dari gelombang kedua diperkirakan akan memburuk. 

    Indonesia telah melakukan pelonggaran karantina dan pergerakan massa, membuat banyak warga semakin mengabaikan protokoler kesehatan di tengah kekhawatiran pandemik yang sebenarnya semakin memburuk. Saat ini Indonesia telah mencatat kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara dengan angka positif lebih dari 54.000 korban dan angka kematian mencapai 2.754 orang! (mp01/rmol)



     
    Berita Lainnya :
  • Pelanggaran Protokol Medis Meningkat, Keluarga ''Culik'' Pasien Covid-19 Dari Rumah Sakit
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Anggota PWI Riau Terdampak Covid-19 Terima Bantuan Sembako
    02 Muncul Dua Kasus Baru Covid-19 di Riau, Satu dari Hasil Swab Mandiri
    03 Mengejutkan, Jumlah Positif Covid-19 Meroket, Hari Ini Bertambah 2.657 Orang
    04 Anggaran Covid-19 Diperbesar, KPK Sinyalir untuk Pencitraan Oknum Bupati/Wako di Pilkada
    05 Sidang Korupsi Bengkalis, Indra Gunawan Eet Bikin Kesal dan Geram Majelis Hakim
    06 Tekan Covid-19, Bupati Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
    07 Rakor dengan BI, Sekda Inhil Bahas Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan
    08 Dubes Al Busyra: Dosen, Peneliti dan Mahasiswa Ethiopia Ingin Belajar di Indonesia
    09 Hari Ini Riau Nihil, Total Dirawat 10 Orang dan 1.986 PDP Sembuh
    10 Terjadi Rekor Baru Pasien Positif Corona, Hari Ini Bertambah 1.853 Orang!
    11 KLHK Patroli Terpadu di 154 Desa Rawan Karhutla, Riau Terbanyak
    12 Dengan Tangan Diborgol, Majelis Tipikor Pindahkan Amril Mukminin ke Pekanbaru
    13 8 Hektare Lahan Terbakar di Rangsang, Polisi Lidik Pelaku Pembakaran
    14 Rektor UIR dan Bupati Kampar Saksikan Pascasarjana Teken MoA dengan Sekda
    15 Amankan 1.062 Dus Rokok Tanpa Cukai di Perairan Inhil, Polda Riau Selamatkan Kerugian Negara Rp4.9 M
    16 Rampungkan Monev, KI Riau Apresiasi PPID Instansi Vertikal
    17 BC Bengkalis Musnahkan 1.115 Karung Bawang Merah Ilegal dari Malaysia
    18 Komisi IV Bengkalis Kunjungi Disdik Riau, Pertanyakan PPDB dan Sistem Zonasi
    19 Belum Bayar Ganti Rugi, Warga Hadang PT HKI di Pintu Masuk Tol Pekanbaru-Dumai
    20 Dua Putra Mantan Presiden Ditangkap, Diduga Terima Suap Rp708 M
    21 Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Laut Jawa, Dirasakan Hingga ke Bali
    22 Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar