MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
KOLOM INSPIRASI: TEHAER Alias THR
Senin, 10-05-2021 - 21:45:31 WIB
Catatan Bagus Santoso
Wakil Bupati Bengkalis
TERKAIT:
 
  • KOLOM INSPIRASI: TEHAER Alias THR
  •  

    Tehaer (THR) alias tunjangan hari raya. Ramai orang yang berharap tapi sedikit yang dapat. Ramai orang yang senang tapi tak sedikit yang dibuat pening lalat. 

    Banyak bentuk dan ragam istilah THR dijadikan modus  baik secara halus atau kasar. Cara baik baik sampai cara tak elok. Dengan bijak atau
    gertak. Berbagai model langsung maupun via medsos. Dapat ditebak dinding pesan di telpon genggam HP anda dapat dipastikan saat ini penuh sesak kata permintaan THR.

    Sudah tradisi setiap jelang lebaran biasanya H - 7 masyarakat Indonesia bersaut- sautan mendendangkan satu suara yakni THR. Tak di kota maupun desa semua bicara tentang THR. 

    Ada tiga golongan yang berbeda dalam menghadapi THR. Pertama para pemilik Perusahaan dan penyandang status Big Bos, Toke, Pejabat dibuat ketar ketir berhitung cukup dan tidaknya persediaan. 

    Kedua adalah barisan staf, karyawan, pekerja, buruh perusahaan. Kelompok ini sama dibuat was was antara dapat atau meleset. Dan yang ketiga kelompok salah kaprah menterjemahkan makna THR, berkeliling tujuh keliling tapi tak dapat hasil.

    Mengikuti perkembangan terkini, THR yang asal muasalnya digunakan untuk ASN kemudian hak bagi pekerja buruh. Sekarang, menjadi salah kaprah menyasar kepada semua orang dan tak segan masuk teras pekarangan. 

    Tidak hanya para pejabat, bos dan toke. Namun siapapun yang dianggap berpunya apalagi digaransi teras terparkir mobil, pasti ada saja yang datang berkunjung mengetok pintu minta THR.

    Jangan heran, rata rata Kantor pemerintah atau swasta H- 7 jelang hari raya, yang aktif masuk kerja tinggal anak buah dan satpam penjaga. Tak kuasa menerima tamu bermacam ragamnya. 

    Dari perseorangan maupun rombongan, dari berbagai profesi maupun  yang mengaku ngaku  profesional.  Dari lembaga, tim sukses maupun yang setengah sukses. 

    Bagaimana THR begitu gegap tapi juga bikin megap megap?
    THR menurut mbah Google adalah Budaya atau kebiasaan memberikan tunjangan hari raya tidak semata-mata ada. Nyatanya, inisiasi THR ini sudah muncul sejak masa awal pasca kemerdekaan. Sejarah adanya tunjangan hari raya bagi pegawai ini dapat ditarik hingga masa pemerintahan presiden pertama Indonesia, yaitu Presiden Soekarno.

    Menilik sejarah THR, sebenarnya buah gagasan dari Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-6, Soekiman Wirjosandjojo. Tokoh partai Masyumi ini pada mulanya hanya memberi THR spesial untuk menyejahterakan PNS.

    Kebijakan pemerintah yang hanya berpihak kepada kalangan PNS menyulut protes besar-besaran dari kaum buruh.  Apa yang di buat Soekiman  dianggap ada udang di balik
    Bakwan.

    Langkah Soekiman dituding bukan hanya untuk menyejahterakan PNS dengan THR, melainkan juga ada unsur politis di baliknya. Banyak kalangan berpendapat pada masa itu  Soekiman berkeinginan mengambil hati para PNS yang pada masa itu didominasi oleh kalangan ningrat sampai TNI. 

    Dan apa yang digagas Soekiman meski awalnya di protes kaum buruh. Terbukti meski masa itu gerakan kaum buruh dapat dihentikan lewat kekuasaan. Toh akhirnya berbuah manis asam Payau, karena dalam prakteknya sampai detik masa Presiden Jokowi  saat ini rata- rata  pekerja di Indonesia sudah mendapat bagian tunjangan setiap menjelang hari raya. 

    Apakah kebijakan THR ini akan terus berkelanjutan? Yang pasti pada masa mendagri Soekiman duit negara masih berkecukupan. Sekarang dan kedepan, tergantung apakah negara masih mumpuni, silahkan mengikuti kabar Menkeu Sri Mulyani. 

    Begitupun perusahaan akan tetap bayarkan THR, sejak kebijakan pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja menerbitkan Permen RI No. 04/1994 tentang THR Keagamaan bagi pekerja di perusahaan. 

    Pada tahun 2003 peraturan tersebut disempurnakan dengan terbitnya UU nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Dalam peraturan tersebut diatur bahwa pegawai yang sudah bekerja lebih dari 3 bulan wajib mendapatkan tunjangan. 

    THR yang diterima juga disesuaikan dengan lamanya masa kerja, sedangkan untuk pekerja yang sudah satu tahun bekerja mendapat THR sebesar 1 bulan gaji kerja.

    Pemerintah kembali melakukan revisi aturan tentang THR pada 2016. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa THR diberikan selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya keagamaan masing-masing pekerja. 

    Untuk lebaran tahun 2021, telah terbit Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Ketenagakerjaan RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh, dan tetap mengikat harus dipatuhi oleh perusahaan. 

    Kondisi sekarang pada musim wabah Corona THR untuk ASN dari pemerintahan Jokowi masih berjalan meski besarannya lebih kecil dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Baru baru inu muncul petisi online terkait THR PNS 2021. Petisi itu berjudul 'THR& Gaji-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019'.

    Munculnya petisi ini setelah pemerintah menetapkan pencairan THR PNS secara tidak penuh. THR PNS 2021 hanya berupa gaji pokok dan tunjangan melekat. Adapun tunjangan melekat yang dimaksud adalah tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan atau umum.

    Sedangkan perusahaan juga tetap memberikan THR meski sejumlah perusahaan mengeluh karena  masa sulit saat wabah Pandemi Covid 19.  Pemerintah memberikan toleransi kepada perusahaan yang telat bayar karena kesulitan keuangan. 

    Pemerintah juga masih membuka peluang bagi pengusaha yang merasa keberatan bayar THR tepat waktu. Artinya, dalam keadaan tertentu perusahaan boleh telat bayar THR untuk para pekerja.

    Seperti yang dialami sejumlah perusahaan di Boyolali mengaku keberatan membayar Tunjangan Hari Raya atau THR karyawannya dalam sekali bayar. Mereka akan membayar THR tersebut dengan cara dicicil.

    Situasi yang sama juga dirasakan pada level daerah. Pemerintah maupun swasta mengambil langkah sesuai kemampuan dan berusaha tidak mengecewakan apalagi abai kewajiban.

    Yang menjadi persoalan ketika gerakan THR tidak dibenarkan dilarang kecuali seperti yang diatur pada subyek dan obyek yang telah ditentukan yaitu ASN dan pekerja buruh perusahaan.

    KPK mengingatkan penyelenggara negara dan PNS untuk tidak meminta dana atau hadiah sebagai THR. Pasalnya, tindakan tersebut bisa menimbulkan implikasi terhadap tindak pidana korupsi.

    Penegasan yang sama disampaikan Muhammad Nuh Ketua Dewan Pers RI melarang kepada semua pihak untuk tidak melayani permintaan Tunjangan Hari Raya (THR), permintaan barang, permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang mungkin diajukan oleh yang mengatasnamakan media baik dari organisasi pers, perusahaan pers, maupun organisasi wartawan.

    Menurut M Nuh larangan tersebut untuk menghindari penipuan dan penyalahgunaan profesi wartawan oleh para oknum yang mengaku-ngaku sebagai wartawan, organisasi wartawan, organisasi perusahaan pers, ataupun media.

    Sementara kita semua sudahlah maklum, tradisi THR sudah kadung tidak bisa dihilangkan apalagi menghentikan.  Istilah THR meluas sampai jauh, THR yang diatur pemerintah bagi ASN dan kewajiban perusahaan sudah menjadi salah kaprah. Melenceng menyasar dari kantor sampai teras rumah. 

    Maka jangan heran jika hari jelang lebaran, meski Kantor tetap dibuka tak kuasa menerima tamunya. Ditutup pintu dianggap menolak tamu, Dibuka pintu barisan tak diundang menderu. Larangan minta THR tak dihiraukan dan dianggap angin lalu.

    Bagi ASN dan pekerja buruh perusahaan yang sudah menerima THR jangan kalap. Terus bagaimana yang bukan pegawai dan pekerja buruh perusahaan ? Semoga ada keberkahan dari THR ASN dan Pekerja buruh mengalir sampai ke keluarga dan tetangga. Yakinlah kalau sudah rezeki tak kan kemana.

    Tapi ingat tidak ada hak dan kewajiban diluar dua golongan yang diatur pemerintah yaitu ASN dan pekerja buruh Perusahaan. Maka jelang lebaran amalan yang mulia adalah sebagaimana Sabda Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam: bahwa tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, bermakna: “ orang yang memberi lebih baik daripada orang yang menerima, karena pemberi berada di atas penerima, maka tangan dialah yang lebih tinggi.

    Selamat menyambut hari raya idul fitri, suci hati suci jiwa, mohon maaf lahir batin. (**)



     
    Berita Lainnya :
  • KOLOM INSPIRASI: TEHAER Alias THR
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif, 29 Preman di Bengkalis Diamankan Polisi
    02 SMAN 5 Tapung Tingkatkan Kualitas Guru Pendidik Melalui Workshop Teknologi
    03 Pemkab Bengkalis Dukung Gerakan Tiga Kali Ekspor Komoditas Hasil Pertanian
    04 Panjat Atap Gedung, Seorang Napi Lapas Tembilahan Kabur
    05 Tiga Asosiasi Konstituen Dewan Pers di Riau Dukung Pergub Mitra Media
    06 Unjuk Karya, Mahasiswa UIN Suska Pajang Foto di Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    07 Diskusi Ahli KPID Riau: Siaran TV Digital Bukan Menonton di Internet
    08 Enam Pesawat Tempur F-16 Amerika Serikat Latihan Bersama di Lanud Pekanbaru
    09 Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro Hingga 28 Juni, Pengaturan Sesuai Zonasi Risiko Wilayah
    10 Illegal Fishing, Kapal Nelayan Malaysia Kembali Ditangkap di Perairan Rohil
    11 Banyak Dubes Asing di Ethiopia Pernah Bertugas di Indonesia
    12 Garap Potensi Desa di Bengkalis, Wabup Bagus Santoso Ajak Kerjasama Perusahaan
    13 Dunia Usaha Bantu Kontingen PON Riau, Gubri: Jangan Lagi Ada Alasan Kurang Bersemangat
    14 Bertemu Gubri, Wamen Perdagangan Segera ke Riau
    15 Kemhan Siap Dukung 'Food Estate' di Riau, Gubri: Arahannya Komoditas Singkong
    16 Presiden Dukung Arsip Gunakan Era Digital, Gubri Serahkan Tanah Depo
    17 Dukung ANRI, Gubri Serahkan Sertifikat Tanah dan Bangunan untuk Depo Arsip
    18 Mexsasai Indra Terpilih Jadi Dekan Fakultas Hukum, Saiman: Energi Baru Universitas Riau
    19 Selain Tuntaskan TPP Pemkab Rohil, Ini 'Program 100 Hari' Bupati Afrizal Sintong
    20 Usai Dilantik, Bupati dan Wabup Rohil Kunjungan Perdana ke Partai NasDem
    21 Dilantik Gubri, Duet Afrizal Sintong-Sulaiman Resmi Pimpin Rokan Hilir
    22
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar