MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Pilkada 2020 Tanpa Kampanye Akbar, Mendagri: Pakai Media Sosial
Senin, 01-06-2020 - 14:51:34 WIB
Mendagri Tito Karnavian. 
TERKAIT:
 
  • Pilkada 2020 Tanpa Kampanye Akbar, Mendagri: Pakai Media Sosial
  •  

    JAKARTA, MataPers - Pelaksanaan Pilkada serentak 2020 bakal berlangsung dengan pola baru yang menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19. Selain kampanye akbar ditiadakan, saat pencoblosan pada hari "H", 9 Desember 2020, juga akan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan. 

    "Kampanye kita ubah agar kampanyenya tidak langsung, menggunakan sosial media. Ada pertemuan terbatas dengan physical distancing, tapi nggak ada kampanye jorjoran, kampanye akbar," ujar Mendagri Tito Karnavian dalam acara Talkshow yang disiarkan di Channel YouTube Heartline Network, Senin (1/6/2020), seperti dikutip dari laman detik.com.

    Pelaksanaan Pilkada 2020, kata Tito, akan dilangsungkan bulan Desember. Tito menjelaskan, alasan pengunduran waktu hanya beda bulan itu karena tak ada yang dapat menjamin kapan berakhirnya pandemi COVID-19.

    "Kenapa Pilkada nggak ditunda 2021 saja? Apakah problem COVID-19 pada 2021 ini selesai? Siapa bisa jamin? Nggak ada. Terus nggak bisa jamin mau kapan, mundur 2022 siapa yang bisa jamin, ada waktunya kepala daerah ini berhenti masa jabatannya dan sementara diganti Plt. Plt tidak memiliki kewenangan penuh dan tidak bisa mengandalkan di bawah Plt. Kita perlu kepemimpinan power penuh," ujar Tito

    Selain itu, proses pencoblosan juga akan diatur menggunakan protokol kesehatan. Para pemilih dan petugas diminta menggunakan masker, menjaga jarak. Kemudian, setiap TPS juga nantinya diminta untuk membuat penjadwalan waktu kedatangan pemilih agar tidak terjadi kerumunan.

    "Masyarakrat yang akan memilih kemudian diatur jamnya, nomor sekian jam 7-8, jadi nggak semua datang," katanya.

    Tito memprediksi, hanya akan ada dua isu yang akan dibahas dalam Pilkada 2020. Pertama mengenai COVID-19 dan kedua soal ekonomi.

    "Nanti pemilu ini isinya cuma dua feeling saya, satu isunya COVID-19, kedua isu ekonomi," ujar eks Kapolri ini. (mp01)



     
    Berita Lainnya :
  • Pilkada 2020 Tanpa Kampanye Akbar, Mendagri: Pakai Media Sosial
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Investigasi Dinsos Rohil Temukan Dana PKH Labuhan Tangga Hilir Dicairkan Oknum Pendamping
    02 Sejumlah PPDP Bengkalis Reaktif, KPU: Tahapan Pilkada Tak Terganggu
    03 Anggota PWI Riau Terdampak Covid-19 Terima Bantuan Sembako
    04 Muncul Dua Kasus Baru Covid-19 di Riau, Satu dari Hasil Swab Mandiri
    05 Mengejutkan, Jumlah Positif Covid-19 Meroket, Hari Ini Bertambah 2.657 Orang
    06 Anggaran Covid-19 Diperbesar, KPK Sinyalir untuk Pencitraan Oknum Bupati/Wako di Pilkada
    07 Sidang Korupsi Bengkalis, Indra Gunawan Eet Bikin Kesal dan Geram Majelis Hakim
    08 Tekan Covid-19, Bupati Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
    09 Rakor dengan BI, Sekda Inhil Bahas Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan
    10 Dubes Al Busyra: Dosen, Peneliti dan Mahasiswa Ethiopia Ingin Belajar di Indonesia
    11 Hari Ini Riau Nihil, Total Dirawat 10 Orang dan 1.986 PDP Sembuh
    12 Terjadi Rekor Baru Pasien Positif Corona, Hari Ini Bertambah 1.853 Orang!
    13 KLHK Patroli Terpadu di 154 Desa Rawan Karhutla, Riau Terbanyak
    14 Dengan Tangan Diborgol, Majelis Tipikor Pindahkan Amril Mukminin ke Pekanbaru
    15 8 Hektare Lahan Terbakar di Rangsang, Polisi Lidik Pelaku Pembakaran
    16 Rektor UIR dan Bupati Kampar Saksikan Pascasarjana Teken MoA dengan Sekda
    17 Amankan 1.062 Dus Rokok Tanpa Cukai di Perairan Inhil, Polda Riau Selamatkan Kerugian Negara Rp4.9 M
    18 Rampungkan Monev, KI Riau Apresiasi PPID Instansi Vertikal
    19 BC Bengkalis Musnahkan 1.115 Karung Bawang Merah Ilegal dari Malaysia
    20 Komisi IV Bengkalis Kunjungi Disdik Riau, Pertanyakan PPDB dan Sistem Zonasi
    21 Belum Bayar Ganti Rugi, Warga Hadang PT HKI di Pintu Masuk Tol Pekanbaru-Dumai
    22 Dua Putra Mantan Presiden Ditangkap, Diduga Terima Suap Rp708 M
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar