MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Oknum Sekuriti PT NWR Aniaya Jurnalis, Polda Riau: Pengusutan Tetap Lanjut
Rabu, 12-02-2020 - 10:44:31 WIB
Jurnalis MNC Media Indra Yoserizal (kiri) salam komando dengan GM PT Sekuriti Indonesia Grup Suherman Gunawan (kanan) dan disaksikan Humas PT NWR Abdul Hadi usai jumpa pers di Pekanbaru, Senin (10/2/2020) lalu. (Foto: Antara)
TERKAIT:
 
  • Oknum Sekuriti PT NWR Aniaya Jurnalis, Polda Riau: Pengusutan Tetap Lanjut
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menyatakan terus melanjutkan penyelidikan dugaan penganiayaan yang dialami jurnalis MNC TV, Indra Yose saat menjalankan tugas peliputan eksekusi lahan di Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu.

    Namun, Polda Riau tampaknya irit bicara saat dikonfirmasi perkembangan dugaan penyelidikan perkara itu. Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Rabu (12/2/2020), di Pekanbaru mengatakan sejauh ini pihaknya baru sebatas melakukan pemeriksaan korban dan menyiapkan administrasi penyelidikan. "Riksa korban, siapkan administrasi," ujar Sunarto singkat.

    Senada dengan Sunarto, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Hadi Poerwanto juga tidak banyak berkomentar terkait perkembangan dugaan penganiayaan itu.

    Hadi mengatakan saat ini penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, meski dia tidak mengelaborasi siapa saksi yang telah diperiksa penyidik. Hadi memastikan jika penanganan kasus ini akan memberikan kepastian hukum kepada para pihak.

    "Ini kan harus ada kepastian hukum," tegas Kombes Pol Hadi seperti diwartakan Antara.

    Indra melaporkan kasus yang menimpanya itu ke Polda Riau dengan Nomor laporan STPL/69/II/2020/SPKT/Riau. Indra melaporkan oknum sekuriti PT Nusa Wana Raya (NWR) yang melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sesuai Pasal 170 dan 460 KUHPidana.

    Indra sudah melaporkan kasusnya yang menimpanya ke Polda Riau dengan Nomor laporan STPL/69/II/2020/SPKT/Riau. Indra melaporkan oknum sekuriti PT NWR yang melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sesuai Pasal 170 dan 460 KUHP.

    Sementara Juru Bicara PT NWR, Abdul Hadi, menyatakan sangat menyesalkan telah terjadi miskomunikasi sehingga menimbulkan cedera terhadap jurnalis. "Kami juga menghormati proses hukum yang berlangsung dan tidak melakukan intervensi terhadapnya," kata Abdul Hadi.

    GM PT Sekuriti Indonesia Grup Suherman Gunawan, menyatakan pihaknya sedang melakukan proses investigasi internal terhadap kasus dugaan penganiayaan terhadap jurnalis tersebut. Ia mengakui pihaknya adalah perusahaan sekuriti yang melakukan pengamanan dalam proses eksekusi lahan PT NWR di Gondai.

    "Kami memohon maaf kepada Bang Indra dan juga kepada seluruh jurnalis. Kami berharap ini tak jadi beban bagi kami karena kami ingin bekerja sesuai standar operasional prosedur. Kami tak menyangka hal ini bisa terjadi," katanya.

    "Bilamana ada sekuriti yang terlibat dan terbukati bersalah, kita akan diambil tindakan," lanjut Suherman Gunawan.

    Kasus dugaan penganiayaan terhadap jurnalis Indra Yoserizal terjadi pada pekan lalu saat wartawan MNC Media itu melakukan tugas peliputan ke Desa Gondai Kabupaten Pelalawan, Riau. Ia diserang oleh sejumlah orang yang diduga adalah sekuriti perusahaan dan kameranya dirampas.

    Padahal, saat itu Indra mengatakan telah melengkapi diri dengan identitas pengenal sebagai jurnalis MNC TV. Saat tengah menyorot gambar sejumlah warga yang mendapat kekerasan karena menolak eksekusi, tiba-tiba dia didatangi sejumlah sekuriti PT NWR.

    Pada Selasa pekan lalu, eksekusi perkebunan sawit di Desa Gondai diwarnai aksi bentrokan yang menyebabkan sejumlah warga dan aparat terluka.

    Bentrokan itu dipicu eksekusi lahan milik petani plasma PT Peputra Supra Jaya di Desa Gondai. Masyarakat yang sejak akhir Januari 2020 lalu menolak eksekusi itu membuat tenda-tenda darurat untuk melindungi kebun mereka dari eksekusi yang kini dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau.

    Eksekusi itu merupakan pelaksanaan dari putusan Mahkamah Agung Nomor: 1087 K/Pid.Sus.LH/2018 dengan objek lahan perkebunan kelapa sawit pada kawasan hutan negara seluas 3.323 hektare.

    Hingga kini, lebih dari 2.000 hektare lahan sawit perusahaan yang telah dieksekusi. Saat ini, kegiatan eksekusi berupa penebangan sawit menggunakan puluhan alat berat itu mulai masuk ke dalam perkebunan sawit plasma masyarakat. (**/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Oknum Sekuriti PT NWR Aniaya Jurnalis, Polda Riau: Pengusutan Tetap Lanjut
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Empat Rumah Ludes Terbakar di Inhu Saat Pemilik Lelap Tidur
    02 Riau Pecah Rekor Lagi, Hari Ini 71 Positif Covid-19, Kampar Terbanyak 32 Kasus!
    03 Kepenghuluan Sekapas Rohil Memprihatinkan, Tak Ada Listrik dan Akses Jalan Buruk
    04 Fauzar Resmi Gantikan Said Syarifuddin Sebagai Penjabat Sekda Inhil
    05 Dilepas Bupati Wardan, Inhil Ekspor Perdana Ribuan Ton Kelapa Bulat ke Malaysia
    06 Riau ''Meledak'' 50 Kasus Hari Ini, Rohil Klaster Baru 18 Orang Positif Covid-19
    07 Pilkada Rohil: Haji Leman Sangat Tepat Dampingi Kader Golkar Afrizal Sintong
    08 Tokoh dan Kaum Hawa Pematang Pudu Siap Dukung Kasmarni-Bagus Santoso
    09 Kabar Hari Minggu, Positif Covid-19 di Riau Bertambah 10 Kasus
    10 19 Pasien Covid-19 Riau Sembuh, Dirawat 87 dan Isolasi Mandiri 20 Orang
    11 Bupati Inhil dan Awak Media Sembelih Tiga Ekor Kerbau
    12 Sembelih 11 Ekor Sapi, RW 01 Pulau Karomah Bagikan 600 Kantong Daging Kurban
    13 Positif Tertular Covid-19, Gubernur Lakukan Karantina Mandiri
    14 Besok PWI Riau Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban di Kantor Arifin Achmad
    15 Idul Adha, PB GNP Covid 19 bersama DPP Santri Tani Indonesia Sembelih 11 Ekor Sapi
    16 Anak Mantan Ketua KPU Tiga Periode Itu Akhirnya Maju di Pilkada Rohil
    17 Adakan Kurban di Masjid At Taqwa Pinggir, Kasmarni: Ini Bentuk Rasa Syukur dan Berbagi
    18 Bupati Inhil Imbau Penerapan Protokol Kesehatan Saat Penyembelihan Hewan Kurban
    19 Giliran Kampar ''Meledak'' Dengan 15 Positif, Riau Hari Ini Total 19 Kasus Covid-19
    20 Heboh Soal ''Pitih Sanang'' PLTA Koto Panjang, Gubernur Sumbar: Jangan Lupakan Sejarah...
    21 Jauh dari Keluarga, WNI di Ethiopia Menahan Tangis di Hari Raya Idul Adha
    22 Bertambah Lagi 11 Positif Covid-19 di Riau, Total 426 Kasus!
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar