MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Polda Riau Ringkus 5 Pelaku Jaringan Ilegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara Rp2,4 Miliar
Selasa, 07-04-2020 - 22:13:24 WIB

TERKAIT:
 
  • Polda Riau Ringkus 5 Pelaku Jaringan Ilegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara Rp2,4 Miliar
  •  

    PEKANBARU - Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau di akhir bulan Maret 2020 berhasil mengungkap kembali 5 pelaku jaringan pencurian minyak mentah (ilegal taping) antar provinsi. Sebelumnya di bulan Nopember 2019, Polda Riau juga mengungkap kasus serupa.

    Komplotan pencuri minyak mentah ini menggunakan modus operandinya berpura-pura membuka warung makanan sebagai kamuflase dalam menjalankan aksinya. Caranya, menggali dan mengebor pipa jaringan milik PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan memasang kran maupun selang di Jalan Lintas Riau-Sumatera Utara PKM 12.125, Dusun Karya RT 17, Kelurahan Banjar XII, Tanah Putih, Rokan Hilir.

    "Pencurian minyak mentah atau ilegal tapping ini sangat merugikan negara dengan perkiraan kerugian Rp 2,4 miliar. Pelaku menjual minyak mentah hasil kejahatannya ke perusahaan penampung di kawasan industri Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara," ungkap Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, SIK, SH, MSi melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (7/4/2020).

    Pengungkapan ilegal tapping ini, tutur Kabid Humas Kombes Sunarto, merupakan komitmen Polda Riau dalam menjaga dan mengamankan iklim investasi sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

    Kelima pelaku, kata Kombes Sunarto, memiliki peran dan fungsi berbeda-beda. Tersangka pertama, IS alias Irfan (27), pemilik warung digunakan sebagai kamuflase untuk mengebor dan memasang selang ke pipa jaringan minyak PT CPI.

    Tak hanya itu, IS juga berperan memantau pergerakan petugas sekuriti PT CPI yang berpatroli mengecek jaringan pipa. Tersangka kedua, tutur Kombes Sunarto, RT alias Ridwan (45), bertugas sebagai sopir truk tanki pengangkut minyak mentah.

    "Dari kedua tersangka polisi menyita selang, satu unit truk tanki, dan beberapa jenis barang bukti lainnya," jelas Kombes Pol Sunarto.

    Dari penangkapan keduanya, jelas Sunarto, polisi mengembangkannya dengan menangkap M alias Alan (42) di Mandau, Bengkalis, Riau. M ini bertugas menggali tanah dan memasang selang minyak disalurkan ke truk tangki. Disita juga satu unit alat bor, selang dan satu set kabel las.

    "Dari ketiganya, kita kembangkan hingga ke Tanjung Gusta, Deli Serdang, Sumatera Utara dengan menangkap ZH alias Zulfa, pecatan sekuriti mitra CPI sebagai koordinator lapangan. Sebagai Korlap, ia bertugas mengebor pipa dan membayarkan uang setiap bongkar ke pelaku lainnya," jelas Kabid Humas.

    Sementara itu, Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, SH, SIK, MSi mengatakan, ketiga pelaku sudah sering beraksi mencuri minyak mentah, selama tiga bulan terakhir, Januari-Maret 2020. Ketiganya beraksi sebanyak 3 kali di lokasi yang sama kemudian dikirim dan dijual ke kawasan industri Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    "Minyak yang dicuri dijual ke PT FTA, kemudian digunakan sebagai bahan bakar industri aspal/Semen cor. Perusahaan tersebut tak hanya menampung dari komplotan ini, diduga juga dari kelompok lainnya," kata Kombes Pol Zain Dwi Nugroho. 

    Pada saat menggerebek gudang milik PT FTA, di Desa Manunggal, Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Polda Riau menangkap pelaku kelima berinisial JS alias Junjungan sebagai penanggung jawab lapangan PT FTA.

    Dari pelaku JS, jelasnya, terungkap ia berperan menyiapkan kendaraan truk tangki tronton untuk membawa minyak mentah curian. Tak hanya itu, JS juga memberikan uang operasional kepada sopir truk RT alias Ridwan.

    "Di gudang tersebut berhasil disita 20 tangki duduk dengan kapasitas masing-masing 27 ton minyak mentah serta drum-drum digunakan sebagai tempat penampungan hasil kejahatan dan sekaligus sebagai lokasi pengendalian operasional PT FTA," jelas Zain Dwi Nugroho.
     
    Ia menjelaskan, akan terus mengembangkan kasus ini guna penyelidikan terhadap kelompok lainnya, termasuk memburu dua pelaku belum tertangkap. Keduanya saat ini Sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), termasuk OP alias Obaja, petinggi PT FTA.

    "Sedangkan lima pelaku yang tertangkap dipersangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun," pungkasnya. (rilis)



     
    Berita Lainnya :
  • Polda Riau Ringkus 5 Pelaku Jaringan Ilegal Taping antar Provinsi, Rugikan Negara Rp2,4 Miliar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Hari Ini Positif Covid-19 Bertambah 585, Terbanyak di Kalsel 109 Kasus
    02 Salurkan Sembako, PB Gerakan NU Peduli Covid-19 Sisir Pelosok Daerah Pekanbaru
    03 Banyak Warga Enggan Ikut Rapid Test di Bengkalis: Nanti Kalau Positif Keno Karantina Pula
    04 Empat Pasien Positif Covid-19 Meranti Sembuh, Tinggal 15 Orang Masih Dirawat di Riau
    05 Koramil Rupat Patroli Malam, Himbau Warga Pakai Masker dan Tidak Berkerumun
    06 Bertarung dengan Harimau Saat Menoreh Getah, Warga Sepahat Bengkalis Selamat
    07 Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 298 Perkara, Termasuk Narkoba dan HP Ilegal
    08 Dihadiri Dubes Al Busyra Basnur, Pemuda Indonesia dan Ethiopia Diskusi Pendidikan di Tengah Covid-1
    09 Jelang Peremajaan Sawit Rakyat, Distan Bengkalis Cek Bibit Bersertifikat
    10 KPK Laksanakan Tahap II, Tersangka Suap Izin Alih Fungsi Hutan Riau Segera Disidangkan
    11 Tanggulangi Karhutla, KLHK Fokus ke Riau dan Enam Provinsi Lain
    12 Komisi Informasi dan Diskominfo Inhil Gelar Rakor PPID Utama se Riau Secara Virtual
    13 Dua PDP Covid-19 Asal Tampan Pekanbaru Meninggal, Hasil Swab Belum Diketahui
    14 Pertamakali Sejak 1948, Indonesia Tidak Berangkatkan Jamaah Haji Karena Pandemi Covid-19
    15 Antisipasi Covid-19, Koramil Rupat Periksa Penumpang di Pelabuhan Roro Tanjung Kapal
    16 Miris, Gedung Anak Yatim Senilai Rp2 Miliar di Balai Raja Dibangun Tak Sesuai Standar
    17 Gubri Tolak Revisi RPJMD Pemko Pekanbaru, Wan Abubakar Sebut Menantu Walikota Bermain
    18 Semua Sembuh dan Boleh Pulang, Tak Ada lagi Pasien Positif Covid-19 di Pekanbaru
    19 Bupati Inhil Resmikan Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19
    20 Setahun Kepergian Isteri Tercinta, Inilah Curhatan Hati Susilo Bambang Yudhoyono
    21 Pilkada 2020 Tanpa Kampanye Akbar, Mendagri: Pakai Media Sosial
    22 PB-GNP Covid-19 Datangi Kelenteng di Pekanbaru, Salurkan Sembako
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar