MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
KPK Panggil Empat Saksi Kasus Jembatan Waterfront City Kampar
Senin, 12-10-2020 - 12:12:35 WIB
KPK memanggil empat saksi hari ini terkait proyek Jembatan Waterfront City Kampar. 
TERKAIT:
 
  • KPK Panggil Empat Saksi Kasus Jembatan Waterfront City Kampar
  •  

    JAKARTA, MataPers - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil empat saksi dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City "multiyears" pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Kampar TA 2015-2016.

    "Empat orang dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AN (Adnan/Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront City Dinas Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (12/10/2020).

    Empat saksi, yaitu Staf Marketing PT Wijaya Karya Firjan Taufa, Staf Pengadaan PT Wijaya Karya Ali Mahfuzh, pegawai PT Wijaya Karya Dwi Susanto, dan Site Manager Proyek Pembangunan Jembatan Waterfront City Bangkinang, Kampar Teguh Agung Lukmawan.

    Adnan bersama Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya atau Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya I Ketut Suarbawa (IKT) telah diumumkan sebagai tersangka pada 14 Maret 2019.

    Dua tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Diketahui, Pemkab Kampar mencanangkan beberapa proyek strategis di antaranya adalah pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian disebut dengan Jembatan Waterfront City.

    Pada pertengahan 2013, diduga Adnan mengadakan pertemuan di Jakarta dengan I Ketut Suarbawa dan beberapa pihak Iainnya. Dalam pertemuan itu, Adnan memerintahkan pemberian informasi tentang desain jembatan dan "engineer's estimate" kepada I Ketut Suarbawa.

    Pada 19 Agustus 2013, Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi. Lelang itu dimenangkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

    Pada Oktober 2013, ditandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan nilai Rp15.198.470.500,00 dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi jembatan dan masa pelaksanaan sampai 20 Desember 2014.

    Setelah kontrak tersebut, Adnan meminta pembuatan "engineer's estimate" pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2014 kepada konsultan dan I Ketut Suarbawa meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan.

    KPK menduga kerja sama antara Adnan dan I Ketut Suarbawa terkait penetapan harga perkiraan sendiri ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya sampai pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak yang dibiayai APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015, dan APBD Tahun 2016.

    Atas perbuatan ini, Adnan diduga menerima uang kurang lebih sebesar Rp1 miliar atau 1 persen dari nilai kontrak.

    Diduga terjadi kolusi dan pengaturan tender yang melanggar hukum yang dilakukan oleh para tersangka. Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp50 miliar dari nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak pada Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total Rp117,68 miliar. (**/ant) 



     
    Berita Lainnya :
  • KPK Panggil Empat Saksi Kasus Jembatan Waterfront City Kampar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kampanye di Suku Akit Rupat, Cabup Kasmarni Siapkan Beasiswa S1 Untuk KAT
    02 Tim Puslitbang Polri Lakukan Penelitian Tata Kelola SDP di Polres Rokan Hilir
    03 Putra Terbaik, Tomas Pujud Selatan Dukung Paslon AMAN Jadi Bupati Rohil
    04 Mitra Art Organizier Bangko Sempurna Rohil Targetkan 1.000 Pendukung AMAN
    05 Panen Jagung di Palas, Gubri: Riau Kini Menuju Swasembada Pangan
    06 Dubes RI di Addis Ababa Ajak Pemuda Tingkatkan Jejaring Internasional
    07 Naik Grade A, Asesor Riau Bisa Asesmen ke Kab/Kota dan Provinsi Lain
    08 Selalu Disambut Antusias Warga, Afrizal-Sulaiman Makin Optimistis di Pilkada Rohil
    09 Meranti Geger, Pekerja Jaga Malam Ditemukan Tewas di Hutan Bakau Banglas Barat
    10 Pilkada Serentak 9 Daerah di Riau, DPT Rohil dan Bengkalis Terbesar
    11 Kecelakaan Kembali Terjadi di Tol Pekanbaru-Dumai, Ini Kata Pihak Pengelola
    12 Antisipasi Covid-19, Koramil 04/Mandau Cek Suhu Tubuh Pengunjung Pemandian Labersa Duri
    13 Serda Sijabat Ingatkan Pengunjung Mall City Mandau Cuci Tangan dan Wajib Masker
    14 Jelang KI Award 2020, Komisi Informasi Riau Rampungkan Tahapan Monev dan Visitasi
    15 Sidang Pledoi, Pengacara Minta Hakim Bebaskan Amril Mukminin
    16 KPU Bengkalis Serahkan APK dan Bahan Kampanye Pasangan Calon
    17 Kolam Limbah Sawit Jebol, Polres Bengkalis Periksa Manajemen PT SIPP Mandau
    18 Kematian Akibat Covid-19 Tak Kunjung Reda, Sudah 249 Warga Riau Meninggal Dunia
    19 Komisi Informasi Riau Minta BPN Uji Konsekuensi Perkaban Tentang HGU
    20 Gubri Teruskan Aspirasi Buruh dan Mahasiswa ke Presiden Jokowi
    21 Koramil 04/Mandau Ingatkan Pengunjung Waterboom Selalu Cuci Tangan dan Pakai Masker
    22 Warga Tionghoa Antusias Hadiri Kampanye KBS, Kasmarni Menang Menggema Di Bengkalis
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar