MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Sidang Pledoi, Pengacara Minta Hakim Bebaskan Amril Mukminin
Kamis, 15-10-2020 - 21:52:52 WIB
Tiga pengacara Amril Mukminin Wan Subantriarti, Asep Ruhiat dan Patar Pangasian membacakan pledoi secara bergantian. 
TERKAIT:
 
  • Sidang Pledoi, Pengacara Minta Hakim Bebaskan Amril Mukminin
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Sidang lanjutan dugaan suap proyek jalan Duri-Sei Pakning kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dengan agenda pembacaan pledoi pembelaan oleh tim pengacara Bupati non aktif Bengkalis Amril Mukminin, Kamis (15/10/2020).

    Tiga pengacara Amril Mukminin Wan Subantriarti, Asep Ruhiat dan Patar Pangasian dalam pembacaan pledoinya secara bergantian kepada majelis hakim yang dipimpin Lilin Herlina SH minta membebaskan terdakwa atau lepas dari segala tuntunan. Sedangkan Amril, hanya meminta hukuman ringan dari hakim.

    "Memohon yang mulia majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, baik primair ataupun subsidair," kata Asep.

    Asep juga memohon hakim memulihkan terdakwa, kedudukan, kemampuan, harkat serta martabat terdakwa setelah memberikan vonis bebas. Selanjutnya mengeluarkan Amril dari tahanan setelah vonis bebas dibacakan.

    "Namun jika majelis hakim berpendapat lain, kami memohon putusan seadil-adilnya atau hukuman ringan," kata Asep.

    Asep juga meminta majelis hakim membuka nomor rekening Amril yang diblokir KPK saat kasus ini masih penyidikan. Pasalnya rekening itu tidak menjadi bukti dan dihadirkan ke persidangan.

    Menurut Asep, rekening di Bank Riau dan CIMB Niaga itu tidak ada kaitannya dengan perkara ini serta dijadikan tempat membayar gaji Amril sebagai bupati. 

    "Lebih baik membebaskan seribu orang bersalah dari pada menghukum satu orang tak bersalah, keadilan harus ditegakkan walupun langit runtuh," jelas Asep membacakan pendapat ahli hukum.

    Asep menjelaskan, permohonan ini sangat beralasan dan sesuai fakta persidangan selama ini. Dari fakta itu Asep dan tim kuasa hukum Amril yakin kliennya itu tidak bersalah sebagaimana dakwaan JPU KPK. 

    Salah satu contoh, tambah Asep, bos PT Citra Gading Asritama (CGA) dalam persidangan mengaku tidak pernah memberikan uang kepada Amril. Namun hal itu dibantah dan Amril mengaku pernah menerima uang melalui ajudannya.

    "Hanya saja uang itu diterima bukan sebagai kapasitas terdakwa sebagai penyelenggara negara," sebut Asep.

    Sebelumnya terkait uang Rp5,2 miliar dari PT CGA tidak pernah digunakan Amril Mukminin. Uang itu sudah dikembalikan ke negara melalui KPK dan tidak pernah digunakan sekalipun.

    Kuasa hukum Amril juga memberikan pembelaan terkait dakwaan gratifikasi menerima gratifikasi Rp12 miliar dari Jonny Tjoa selaku Direktur Utama PT Mustika Agung Sawit Sejahtera dan Rp10 miliar Adyanto selaku Direktur PT Sawit Anugrah Sejahtera.

    Menurut kuasa hukum Amril lainnya, pemberian itu bukan gratifikasi karena berdasarkan perjanjian di bawah notaris. Uang itu disebut hasil bisnis sawit sehingga ekonomi masyarakat terbantu karena hasil panen diterima kedua perusahaan itu.

    Penerimaan itu juga dilaporkan Amril kepada negara melalui laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Berikutnya, perjanjian itu diberikan atas dasar keinginan bersama antara Amril dan pengusaha.

    "Kalau itu gratifikasi, tidak mungkin terdakwa melaporkannya setiap tahun," kata kuasa hukum Amril.

    Tim kuasa hukum Amril juga menyertakan pendapat ahli pidana yang pernah dihadirkan ke persidangan. Ahli itu menyebut perjanjian bisnis yang tidak ada kaitannya dengan jabatan bukanlah gratifikasi.

    Sementara Amril dalam pledoi pribadinya menyatakan tidak pernah meminta komitmen fee kepada PT CGA. Amril mengaku pernah ditawari uang tapi menyuruh perusahaan bekerja sesuai aturan.

    Dalam perjalanannya, Amril menerima uang Rp5,2 miliar dari PT CGA. Amril menyatakan itu sebagai kekhilafan dan dengan sadar mengembalikan uang itu kepada negara.

    Terkait gratifikasi dari pengusaha sawit, Amril menerangkan, pekerjaan sebelum menjabat bupati ataupun anggota DPRD adalah pengepul sawit dari masyarakat di Bengkalis. Sawit itu disalurkan ke perusahaan di sana agar masyarakat terbantu.

    "Karena pekerjaan inilah Jonny Tjoa dan Adyanto datang kepada saya untuk memasok sawit ke perusahaannya," jelas Amril.
     
    Permintaan dua pengusaha sawit itu disanggupi Amril lalu membuat perjanjian pada tahun 2012. Di bawah akta notaris, ada kesepakatan Rp5 dari setiap kilogram sawit yang dipasok Amril ke perusahaan. Cerita Amril di pledoinya, kesepakatan pemberian uang dilakukan setiap bulan. Jika terlambat, Amril mengaku tidak pernah menagih karena sudah ada orang kepercayaan mencatat setiap bulan.

    "Sesekali saya mengecek ke pencatat, lalu saya buatkan LHKPN sejak tahun 2015 dan selalu dilakukan setiap tahun," ujar Amril.

    Amril juga mengutarakan penyitaan uang Rp1,9 miliar oleh KPK di rumah dinasnya. Menurut Amril, uang itu tidak ada kaitannya dengan jabatan melainkan usaha sawit yang dikumpulkan setiap tahun. Amril menyebut uang itu selalu digunakan untuk membantu anak yatim dan orang tidak mampu di Kabupaten Bengkalis. Dengan pledoi ini, Amril hanya meminta hukuman ringan dari hakim. (Ben)



     
    Berita Lainnya :
  • Sidang Pledoi, Pengacara Minta Hakim Bebaskan Amril Mukminin
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Riau Peringkat 6 Nasional, Realisasi Investasi Semester I Capai Rp23,09 Triliun
    02 Polsek Bangko Musnahkan 55,4 Gram Sabu, Pengedar Masih DPO
    03 Bupati Afrizal Sintong Serahkan BST dan Beras Bulog PPKM untuk Warga Miskin Rohil
    04 Bupati Afrizal Harapkan Anggota DPR-RI Dapil Riau Dapat Perjuangkan Rohil di Blok Rokan
    05 Berkekuatan 18 Tenaga Medis, RSUD Mandau Bakti Sosial di Dusun Bagan Boneo
    06 Kapolda Riau dan Ketua LAMR Tepuk Tepung Tawar 450 Siswa Diktuba Polri
    07 Disanksi Tak Masuk Hari Libur, 26 Karyawan PT PDR Air Molek Lapor ke Disnaker Riau
    08 Hadiri Muscab PKB Rohil, Bupati Afrizal Sintong Ajak Pengurus Selalu Dukung Pemerintah
    09 Besok Hari Terakhir, Jumlah Pendaftar CASN di Riau Capai 3.763 Orang
    10 Wabup Sulaiman Harapkan LAMR Rohil Mampu Tunjukkan Jati Diri
    11 Pimpin Patroli Skala Besar, Kapolda Riau Bagikan Sembako dan Borong Dagangan Kaki Lima
    12 Bupati Afrizal Sintong Berang, Pihak PT JJP Tidak Hargai Pemda Rohil
    13 HAN 2021 di Tengah Pandemi, Dialog Gubri Syamsuar dengan Anak-anak yang Rindu Kembali ke Sekolah
    14 Dengar Keluhan Warga, Wabup Sulaiman Sidak RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi
    15 Bupati Afrizal Sintong Hadiri Pemotongan Hewan Kurban di Kantor Pemkab dan DLH Rohil
    16 Karhutla di Batas Rohul dan Kampar, Dua Heli Dikerahkan ke Lokasi
    17 Tim Gabungan Polres Bengkalis Gelar Operasi Penegakan Prokes Covid-19
    18 Sambil Lantik Penghulu Air Hitam, Bupati Rohil Bawa Para Kadis Tinjau Infrastruktur Desa Terisolir
    19 Gubri Syamsuar Hadiri Pemotongan Hewan Kurban di PWI Riau
    20 Idul Adha, Warga Perumahan PPH Rimbo Panjang Potong 5 Hewan Kurban
    21 Majelis Komisioner KI Riau Tunda Sidang Sengketa Informasi RSJ Tampan
    22 Gubri Syamsuar Sumbang Satu Ekor Sapi Kurban untuk PWI Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar