MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Setelah 18 Bulan Tersangka, KPK Akhirnya Tahan Wako Dumai Zul AS
Selasa, 17-11-2020 - 18:00:40 WIB
Walikota Dumai Zulkifli AS ditahan KPK.
TERKAIT:
 
  • Setelah 18 Bulan Tersangka, KPK Akhirnya Tahan Wako Dumai Zul AS
  •  

    JAKARTA, MataPers - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menahan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, Riau dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018.

    "Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka ZAS selama 20 hari terhitung sejak 17 November 2020 sampai dengan 6 Desember 2020 di Rutan Polres Metro Jakarta Timur," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

    Sebelumnya, KPK telah mengumumkan Zulkifli sebagai tersangka pada 3 Mei 2019 atau sekitar 18 bulan silam.

    Pada perkara pertama, tersangka Zulkifli diduga memberi uang total sebesar Rp550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai.

    Yaya Purnomo merupakan mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

    Sedangkan pada perkara kedua, tersangka Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta.

    Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja.

    Pada perkara pertama, Zulkifli disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) hurufa atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    Sedangkan pada perkara kedua, Zulkifli disangkakan melanggar pasal 12 B Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto.

    Alex mengatakan kasus itu merupakan pengembangan dari perkara dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 dan hingga saat ini KPK telah menetapkan 12 orang tersangka.

    Enam orang telah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, yaitu Anggota Komisi XI DPR RI Amin Santono, Eka Kamaluddin dari unsur swasta/perantara, mantan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

    Selanjutnya, swasta/kontraktor Ahmad Ghiast, mantan Anggota DPR RI 2014-2019 Sukiman, dan Pelaksana Tugas dan Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Natan Pasomba.

    Selain itu, kata Alex, ada enam orang yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus itu, yakni Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman (BBD), Bupati Labuhanbatu Utara Khairuddin Syah Sitorus (KSS), swasta atau Wabendum PPP 2016-2019 Puji Suhartono (PJH).

    Kemudian, mantan Anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PPP Irgan Chairul Mahfiz (ICM), Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara Agusman Sinaga (AMS), dan Zulkifli Adnan Singkah (ZAS).

    "Hingga saat ini, enam orang tersebut masih dalam proses penyelesaian penyidikan dan telah ditahan KPK," ujar Alex. (**/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Setelah 18 Bulan Tersangka, KPK Akhirnya Tahan Wako Dumai Zul AS
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Penetapan Pemerintah: Rabu, 9 Desember 2020 Hari Libur Nasional
    02 Gubri Sampaikan Nota Keuangan Raperda APBD 2021 Sebesar Rp9,1 Triliun
    03 Legenda Maradona Diabadikan ''Si Kembar'' Mara dan Dona
    04 Tertinggi di Riau, Covid-19 Pekanbaru Hampir Tembus 10.000 Kasus
    05 Miliki Sabu dan Ekstasi, Warga Kemuning Inhil Diamankan Polisi
    06 Dugaan Pemalsuan Dokumen Pemenang Tender di PDAM Bengkalis Diusut
    07 Terima Penghargaan KLHK, Gubri: Semoga Memotivasi Pemprov Riau Bekerja Lebih Baik
    08 Bonita: Hikayat Sang Raja, Sebuah Karya Jurnalistik Berdikasi Tinggi
    09 Gali Potensi Kerjasama, Pengusaha Indonesia dan Ethiopia Penting Berbagi Info
    10 Danramil Rupat Ingatkan Prajurit TNI Jaga Netralitas Pada Pilkada 2020
    11 Banjir Kampar Diprediksi Terjadi Pada Desember-Januari
    12 KLKH dan Polda Riau Sita 49 Ribu Kubik Kayu dari SM Rimbang Baling
    13 Serangan Jantung, Maradona Wafat: Selamat Jalan Boncel!
    14 Satgas Covid-19 Dumai Pastikan Almarhum Wawako Eko Negatif Corona
    15 Selamat Hari Guru, Kasmarni: Teruslah Menginspirasi dan Terangi Negeri dengan Cahaya Ilmu
    16 Beras Bengkalis Aman, Bulog: Ada Stok 300 Ton untuk Tiga Bulan ke Depan
    17 Sembilan Wasit Sepakbola Bengkalis Ikut Kursus Lisensi C-III di Padang
    18 Wakil Walikota Dumai Meninggal, Gubri: Semoga Keluarga Dikuatkan Iman dan Sabar
    19 Kampanyekan Paslon Said Fadillah-Sujarwo di Siak, Ketum PMR: Salah Pak Syamsuar Dimana?
    20 Tingkatkan Kompetensi, 80 Mahasiswa UIR Ikuti Pembinaan Mutu Akademik
    21 Pemprov Riau Sudah Bagikan 1,1 Juta Masker Kepada Warga Masyarakat
    22 Tiga Daerah di Riau Terpapar Banjir, BPBD: Di Luar Perkiraan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar