MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Walikota Dumai Ditahan KPK, Ini Konstruksi Perkaranya
Selasa, 17-11-2020 - 18:24:54 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/11/2020) terkait penahanan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah.

TERKAIT:
 
  • Walikota Dumai Ditahan KPK, Ini Konstruksi Perkaranya
  •  

    JAKARTA, MataPers - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) sebagai tersangka kasus suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, Riau, dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018.

    "Pada Maret 2017, ZAS bertemu dengan Yaya Purnomo di sebuah hotel di Jakarta. Dalam pertemuan itu, ZAS meminta bantuan untuk mengawal proses pengusulan DAK Pemerintah Kota Dumai. Pada pertemuan lain disanggupi oleh Yaya Purnomo dengan "fee" 2 persen," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

    Yaya Purnomo merupakan mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

    Selanjutnya pada Mei 2017, katanya, Pemkot Dumai mengajukan pengurusan DAK kurang bayar Tahun Anggaran 2016 senilai Rp22 miliar.

    Ia menjelaskan dalam APBN Perubahan Tahun 2017, Kota Dumai mendapat tambahan anggaran senilai Rp22,3 miliar. Tambahan itu disebut sebagai penyelesaian DAK Fisik 2016 yang dianggarkan untuk kegiatan bidang pendidikan dan infrastruktur jalan.

    Masih pada bulan yang sama, ucap Alex, Pemkot Dumai mengajukan usulan DAK untuk Tahun Anggaran 2018 kepada Kementerian Keuangan.

    Adapun beberapa bidang yang diajukan antara lain rumah sakit rujukan, jalan, perumahan dan permukiman, air minum, sanitasi, dan pendidikan.

    Ia mengungkapkan tersangka Zulkifli kembali bertemu dengan Yaya membahas pengajuan DAK Kota Dumai tersebut yang kemudian disanggupi untuk mengurus pengajuan DAK TA 2018 kota Dumai, yaitu untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah dengan alokasi Rp20 miliar dan pembangunan jalan sebesar Rp19 miliar.

    Untuk memenuhi "fee" terkait dengan bantuan pengamanan usulan DAK Kota Dumai kepada Yaya, Zulkifli memerintahkan untuk mengumpulkan uang dari pihak swasta yang menjadi rekanan proyek di Pemkot Dumai.

    "Penyerahan uang setara dengan Rp550 juta dalam bentuk dolar AS, dolar Singapura, dan rupiah pada Yaya Purnomo dan kawan-kawan dilakukan pada November 2017 dan Januari 2018," ungkap Alex.

    Sedangkan untuk perkara kedua, ia menuturkan tersangka Zulkifli diduga menerima gratifikasi baik berupa uang Rp50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta dari pihak pengusaha yang mengerjakan proyek di Kota Dumai.

    "Penerimaan gratifikasi diduga terjadi dalam rentang waktu November 2017 dan Januari 2018," katanya.

    "Gratifikasi ini tidak pernah dilaporkan ke Direktorat Gratifikasi KPK sebagaimana diatur di Pasal 12 C Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," tuturnya. (**/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Walikota Dumai Ditahan KPK, Ini Konstruksi Perkaranya
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Penetapan Pemerintah: Rabu, 9 Desember 2020 Hari Libur Nasional
    02 Gubri Sampaikan Nota Keuangan Raperda APBD 2021 Sebesar Rp9,1 Triliun
    03 Legenda Maradona Diabadikan ''Si Kembar'' Mara dan Dona
    04 Tertinggi di Riau, Covid-19 Pekanbaru Hampir Tembus 10.000 Kasus
    05 Miliki Sabu dan Ekstasi, Warga Kemuning Inhil Diamankan Polisi
    06 Dugaan Pemalsuan Dokumen Pemenang Tender di PDAM Bengkalis Diusut
    07 Terima Penghargaan KLHK, Gubri: Semoga Memotivasi Pemprov Riau Bekerja Lebih Baik
    08 Bonita: Hikayat Sang Raja, Sebuah Karya Jurnalistik Berdikasi Tinggi
    09 Gali Potensi Kerjasama, Pengusaha Indonesia dan Ethiopia Penting Berbagi Info
    10 Danramil Rupat Ingatkan Prajurit TNI Jaga Netralitas Pada Pilkada 2020
    11 Banjir Kampar Diprediksi Terjadi Pada Desember-Januari
    12 KLKH dan Polda Riau Sita 49 Ribu Kubik Kayu dari SM Rimbang Baling
    13 Serangan Jantung, Maradona Wafat: Selamat Jalan Boncel!
    14 Satgas Covid-19 Dumai Pastikan Almarhum Wawako Eko Negatif Corona
    15 Selamat Hari Guru, Kasmarni: Teruslah Menginspirasi dan Terangi Negeri dengan Cahaya Ilmu
    16 Beras Bengkalis Aman, Bulog: Ada Stok 300 Ton untuk Tiga Bulan ke Depan
    17 Sembilan Wasit Sepakbola Bengkalis Ikut Kursus Lisensi C-III di Padang
    18 Wakil Walikota Dumai Meninggal, Gubri: Semoga Keluarga Dikuatkan Iman dan Sabar
    19 Kampanyekan Paslon Said Fadillah-Sujarwo di Siak, Ketum PMR: Salah Pak Syamsuar Dimana?
    20 Tingkatkan Kompetensi, 80 Mahasiswa UIR Ikuti Pembinaan Mutu Akademik
    21 Pemprov Riau Sudah Bagikan 1,1 Juta Masker Kepada Warga Masyarakat
    22 Tiga Daerah di Riau Terpapar Banjir, BPBD: Di Luar Perkiraan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar