MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Soal Konflik Lahan Gondai Pelalawan, Istana Minta Aparat Ciptakan Kondisi Kondusif
Senin, 12-04-2021 - 11:46:53 WIB
Aksi massa dalam kasus konflik lahan Gondai, Pelalawan. (Foto: Antara)
TERKAIT:
 
  • Soal Konflik Lahan Gondai Pelalawan, Istana Minta Aparat Ciptakan Kondisi Kondusif
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Konflik eksekusi lahan di Desa Gondai, Kabupaten Pelalawan mendapat perhatian dari Kantor Staf Presiden (KSP). Lembaga di bawah komando Jenderal (Purn) Moeldoko itu mengirim surat ke Panglima TNI Marsekal Hadir Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan meminta petani sawit dilindungi dan aparat menciptakan suasana kondusif.

    Deputi II KSP Abetnego Tarigan membenarkan adanya surat bernomor B-21/KSK/03/2021 tertanggal 12 Maret 2021 itu.

    "Intinya meminta kerja sama dari pihak TNI dan Polri agar memperkuat kordinasi dan menciptakan kondisi yang kondusif," kata Abetnego, Minggu (11/4/2021).

    Abetnego mengatakan saat ini KSP bersama kementerian terkait tengah membahas sejumlah konflik agraria, termasuk Desa Gondai, Kabupaten Pelalawan. Selain itu kesepakatan ini setelah ada rapat lintas kementerian, termasuk KLHK, sejumlah lembaga, kejaksaan dan Polda Riau.

    "Penyelesaiannya disepakati akan ditangani KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)," kata Abetnego.

    Sebelumnya di berbagai media, Abetnego menyebut Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus terkait sengketa petani sawit dan perusahaan di Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, ada ribuan hektare sawit, dari target eksekusi 3.323, dikelola sejak 22 tahun lalu oleh 537 kepala keluarga.

    Ratusan kepala keluarga itu merupakan anggota sejumlah kelompok tani. Di antaranya Gondai Bersatu, Gumala Sakti dan Tani Harapan Kita. Mereka sejak eksekusi berlangsung terus melakukan perlawanan agar sawit produktif mereka tidak ditebang eksekutor.Kelompok tani terseret dalam konflik karena PT Peputra Supra Jaya (PSJ) sebagai objek eksekusi merupakan mitra masyarakat atau dikenal dengan sawit plasma.

    Menurut Abetnego, lahan yang dikuasai masyarakat yang tergabung dalam koperasi dan kelompok tani bukan bagian dari lahan milik dari perusahaan yang sedang bersengketa.

    KSP dalam surat itu juga meminta pihak keamanan segera menghentikan sementara proses penebangan sawit atau penggusuran milik petani. Selanjutnya meminta Kanwil ATR/BPN Provinsi Riau untuk mengklarifikasi status hak atas tanah warga dan status tanah HGU kedua perusahaan.

    KSP meminta kedua lembaga itu membuat pemetaan lapangan yang memperjelas di mana posisi dan batas-batas tanah milik warga melalui koperasi dan dimana tanah HGU dari kedua perusahaan (PSJ dan PT Nusa Wana Raya).

    Terakhir, KSP meminta Polda Riau mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari konflik sosial antara para pihak yang bersengketa agar tidak terjadi kekerasan dan kriminalisasi terhadap warga.

    Pada 21 Februari 2020, perwakilan petani sawit yang tergabung dalam koperasi di Desa Gondai pernah mengadu ke Presiden Joko Widodo. Saat itu, Jokowi melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Siak dan menerima pengaduan petani yang kebunnya digusur, Presiden memerintahkan menyelesaikan konflik agraria itu. (**/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • Soal Konflik Lahan Gondai Pelalawan, Istana Minta Aparat Ciptakan Kondisi Kondusif
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Santri Tani NU Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
    02 Polemik Sembako Perusahaan, Gubri: Tahun Lalu 'Tak Ado' Masalah, Kini Kok Dipersoalkan?
    03 Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 551 Kasus, 631 Sembuh dan 14 Meninggal
    04 Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Gubri Sampaikan Ucapan Duka
    05 Tinjau Pusat Keramaian, Gubri Tegur Pengunjung Plaza Sukaramai Tak Pakai Masker
    06 KOLOM INSPIRASI: TEHAER Alias THR
    07 Kabar Duka Covid-19: Hari Ini 26 Orang Meninggal di Riau
    08 KOLOM INSPIRASI: Hidup Damai Lewat Pesan Gus Dur
    09 Tiang Listrik Tumbang Dihantam Longsor, 15 Desa di Kampar Gelap Gulita
    10 Lima Pesan Dubes RI Addis Ababa Menuju Pendidikan Indonesia ''Go-Global''
    11 Dua ''Rekor Baru'' Covid-19 di Riau Hari Ini, Terpapar 628 dan Meninggal 17 Orang
    12 Longsor di Desa Merangin Kampar, Ruas Jalan Riau-Sumbar Tak Bisa Dilewati
    13 Kematian Akibat Covid-19 Kian Tak Terbendung di Riau, 20 Pasien Wafat Hari Ini
    14 Pasca-Bupati Kuansing Diperiksa, Kajari : Kemungkinan Ada Tersangka Baru
    15 Syukuran Milad ke-93, Wanita Perti Riau Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim
    16 Antisipasi Lonjakan Covid 19, RSUD Mandau Tambah Kapasitas Ruang Isolasi
    17 Lagi, 15 Warga Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Terpapar 570 Orang
    18 Hitungan Menit, Sebagian Rumah di Jalan Duyung Kebanjiran, Lurah Kemana?
    19 Kejari Pekanbaru Pastikan Ekky Khadafi ''Clear'' dari Dugaan Korupsi
    20 Dua Bocah Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Meninggal Dunia
    21 Panggung Toktan dan LSSK Bagikan Sedekah Ramadhan
    22 Gawat, Hari Ini 483 Kasus Baru Covid-19 di Riau dan 7 Lansia Meninggal Dunia
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar