MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Tertarik dengan Pusdiklat APPI, Prof Ashaluddin Dukung Jadi Kawasan Eco-Agrowisata
Sabtu, 21-11-2020 - 19:26:14 WIB
Mantan Rektor Universitas Riau, Prof Dr Ashaluddin Jalil M.Si bersama pakar pertanian Riau Ir Roy Soproi berkunjung kawasan Pusdiklat Aliansi Pewarta Pertanian (APPI) di Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kampar, Sabtu (21/11/2020).
TERKAIT:
 
  • Tertarik dengan Pusdiklat APPI, Prof Ashaluddin Dukung Jadi Kawasan Eco-Agrowisata
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Mantan Rektor Universitas Riau, Prof Dr Ashaluddin Jalil M.Si bersama pakar pertanian Riau Ir Roy Soproi berkunjung kawasan Pusdiklat Aliansi Pewarta Pertanian (APPI) di Jalan Uka, Desa Rimbo Panjang, Kampar, Sabtu (21/11/2020). Keduanya didaulat untuk menanam bibit arwn dan jengkol di kawasan tersebut.

    Kehadiran keduanya disambut hangat Ketua Umum DPP APPI, Alexander Pranoto bersama Sekretaris Umum, Satria Utama Batubara, dan Ketua Bidang Kerjasama, Mashuri Kurniawan. Diskusi seru seputar pertanian dan pengembangan kawasan agrowisata bergulir di pendopo pusdiklat yang nyaman.

    Melihat kondisi kawasan Pusdiklat yang sudah mulai ditanami beraneka jenis tanaman, Prof Dr Ashaluddin Jalil mengusulkan agar kawasan ini dapat terua dikembangkan. "Selain sebagai Pusdiklat, tempat belajar dan menimba ilmu pertanian, juga dapat dijadikan kawasan Eco-agrowisata. Jadi selain bisa memberikan manfaat besar untuk pertanian di Riau, selain pembelajaran bagi generasi muda," ujar pakar sosiologi ini.

    Menurut dia, apa yang dilaksanakan DPP APPI Riau ini patut mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak. "Saya berharap, dengan kehadiran teman-teman para wartawan di sektor pertanian ini, maka ada gebrakan baru untuk memajukan dunia pertanian," harapnya.

    Ashaludin Jalil mengaku prihatin dengan nasib petani yang masih sering dimarginalkan. Ia menilai pemerintah sering gagal melindungi petani tempatan yang jadi korban permainan harga mafia pasar saat panen tiba. "APPI harus bisa mendobrak kondisi yang seperti ini, dorong pemerintah untuk membina dan melindungi petani lokal sehingga semakin banyak yang berminat terjun jadi petani," pesannya.

    Sementara itu Ir Roy Soproi menjelaskan, lahan pertanian yang produktif mestinya tak dibiarkan terbengkalai. Penggarapan lahan dengan baik tentu menghasilkan manfaat baik bagi pemilik maupun orang lain. 

    "Potensi lahan untuk pertanian cukup besar di Riau. Maka harus dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Namun seringkali petani tidak memahami kondisi dan karakter tanah, sehingga salah dalam pemupukan dan perawatan tanaman," jelasnya.

    Roy pun membagikan sejumlah tips dan saran kepada pengurus DPP APPI bagaimana cara pemanfaatan pupuk, pengelolaan lahan dan tanaman. "Saya mendukung yang dilaksanakan DPP APPI ini semoga tanaman yang saat ini sudah ditanami dapat tumbuh subur dan nantinya dapat dinikmati oleh masyarakat banyak," ujarnya.

    Sekum DPP APPI Riau, Satria Utama Batubara mengaku sangat bahagia dengan masukan yang diberikan kedua pakar ini. Ia berharap Prof. Ashaludin dan Ir. Roy bersedia terus membimbing pengurus DPP APPi untuk ikut serta dalam mengembangkan sektor pertanian di tanah air.

    Ia juga menjelaskan, kegiatan pertanian yang dilakukan DPP APPI saat ini merupakan langkah menghadapi berbagai permasalahan yang mengancam keberlanjutan sistem dan penyediaan produk pertanian. 

    "Penurunan kuantitas dan kualitas lahan pertanian terus terjadi demikian pula minat dan peran generasi muda pada sektor pertanian. Untuk itulah kami memberikan informasi dan mengevaluasi faktor-faktor yang berperan dalam pengelolaan sistem pertanian dan keberlanjutannya di lokasi Eco-Agrowisata APPI ini," ujarnya. (**/rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Tertarik dengan Pusdiklat APPI, Prof Ashaluddin Dukung Jadi Kawasan Eco-Agrowisata
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Penetapan Pemerintah: Rabu, 9 Desember 2020 Hari Libur Nasional
    02 Gubri Sampaikan Nota Keuangan Raperda APBD 2021 Sebesar Rp9,1 Triliun
    03 Legenda Maradona Diabadikan ''Si Kembar'' Mara dan Dona
    04 Tertinggi di Riau, Covid-19 Pekanbaru Hampir Tembus 10.000 Kasus
    05 Miliki Sabu dan Ekstasi, Warga Kemuning Inhil Diamankan Polisi
    06 Dugaan Pemalsuan Dokumen Pemenang Tender di PDAM Bengkalis Diusut
    07 Terima Penghargaan KLHK, Gubri: Semoga Memotivasi Pemprov Riau Bekerja Lebih Baik
    08 Bonita: Hikayat Sang Raja, Sebuah Karya Jurnalistik Berdikasi Tinggi
    09 Gali Potensi Kerjasama, Pengusaha Indonesia dan Ethiopia Penting Berbagi Info
    10 Danramil Rupat Ingatkan Prajurit TNI Jaga Netralitas Pada Pilkada 2020
    11 Banjir Kampar Diprediksi Terjadi Pada Desember-Januari
    12 KLKH dan Polda Riau Sita 49 Ribu Kubik Kayu dari SM Rimbang Baling
    13 Serangan Jantung, Maradona Wafat: Selamat Jalan Boncel!
    14 Satgas Covid-19 Dumai Pastikan Almarhum Wawako Eko Negatif Corona
    15 Selamat Hari Guru, Kasmarni: Teruslah Menginspirasi dan Terangi Negeri dengan Cahaya Ilmu
    16 Beras Bengkalis Aman, Bulog: Ada Stok 300 Ton untuk Tiga Bulan ke Depan
    17 Sembilan Wasit Sepakbola Bengkalis Ikut Kursus Lisensi C-III di Padang
    18 Wakil Walikota Dumai Meninggal, Gubri: Semoga Keluarga Dikuatkan Iman dan Sabar
    19 Kampanyekan Paslon Said Fadillah-Sujarwo di Siak, Ketum PMR: Salah Pak Syamsuar Dimana?
    20 Tingkatkan Kompetensi, 80 Mahasiswa UIR Ikuti Pembinaan Mutu Akademik
    21 Pemprov Riau Sudah Bagikan 1,1 Juta Masker Kepada Warga Masyarakat
    22 Tiga Daerah di Riau Terpapar Banjir, BPBD: Di Luar Perkiraan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar