MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Berkunjung ke ''Kedubes Riau'' di Jakarta (3)
''Dubes'' Erisman, Mess Slipi dan Hotel Menara Riau
Rabu, 07-04-2021 - 14:17:19 WIB
Kaban Penghubung Riau di Jakarta Erisman Yahya saat wawancara dengan Pemred MataPers.com.
TERKAIT:
 
  • ''Dubes'' Erisman, Mess Slipi dan Hotel Menara Riau
  •  

    Kantor Penghubung Provinsi Riau di Jakarta tak ubahnya seperti Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di negara lain. Semua hal terkait kepentingan Riau di ibukota negara maupun secara nasional, banyak bertumpu di sana. Berikut lanjutan catatan Pemimpin Redaksi MataPers.com, Tun Akhyar, yang berkesempatan bertamu ke "Kedubes Riau" di Jakarta belum lama ini.

    BOLEH jadi Erisman Yahya termasuk salah seorang ''Dubes Riau'' di Jakarta yang sangat enerjik dan kreatif. Meski baru setahun menjabat Kepala Badan Penghubung Pemprov Riau di ibukota negara, sudah banyak hasil  'makan tangannya'. Salah satu yang terbaru adalah progresif rencana pembangunan hotel Menara Riau di ibukota negara yang  diperjuangkan Erisman dengan gigih.

    Memang, wacana membangun hotel Pemprov Riau di Jakarta itu sebenarnya sudah lama. Yakni sejak era Gubernur Rusli Zainal hingga Annas Maamun sampai Gubernur Arsjadjuliandi Rachman. "Akan tetapi karena berbagai hal dan situasi yang terjadi, baru di masa Gubernur Pak Syamsuar ini kembali dibahas serius. Dan Insha Allah, rencana itu bisa segera diwujudkan," tutur Erisman kepada MataPers.com di kantornya belum lama ini.

    Hotel yang rencananya dibangun 12 lantai dan diperkirakan menelan anggaran Rp250 hingga Rp300 miliar tersebut berlokasi di lahan Pemprov Riau seluas 2.300 M2 yang ditempati Mess Pemda, persisnya di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Mess Pemda yang dibangun tahun 80-an itu kini kondisinya sudah memprihatinkan karena dimakan usia. Ditambah lagi tidak adanya anggaran memadai untuk biaya perawatan maupun revonasi.

    "Mess Pemda sebenarnya serba dilematis. Di satu sisi, kondisinya sudah seperti itu. Biaya perawatan sangat minim. Hampir dikatakan sudah tak ada anggarannya. Bahkan tahun 2021 ini hanya Rp23 juta yang tersedia. Di sisi lain, kalau tidak dibuka, masih banyak masyarakat Riau yang membutuhkannya. Misalnya warga Riau yang sedang berobat di Jakarta. Apalagi di dekat Slipi itu banyak rumah sakit besar, seperti RS Harapan Kita," terang Erisman.
     
    Mess Pemda selama ini sangat membantu pihak keluarga yang menjaga pasien. "Tentu dia harus berbulan-bulan tinggal di Jakarta untuk mendampingi keluarganya yang dirawat di Jakarta. Untuk tinggal di hotel dengan waktu yang relatif lama, jelas banyak yang kesulitan. Tentu pilihan mereka adalah Mess Pemda Riau yang jauh lebih murah ketimbang menginap di hotel," katanya.

    Selain itu ada juga masyarakat Riau yang datang ke Jakarta untuk urusan-urusan tertentu, namun dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk menginap di hotel-hotel. "Kita fasilitasi mereka di situ," ujar Erisman.

    Namun diakui Erisman, sebenarnya, ada rasa malu melihat kondisi Mess Riau yang sudah tidak bisa maksimal dalam pelayanan maupun fasilitas yang ada. "Karenanya, saya selalu pesankan kepada kawan-kawan pengelola mess, agar tetap optimal merawatnya. Walau kondisinya seperti itu yang penting kebersihannya tetap dijaga. Biarlah kita tua, sudah lama, yang penting bersih. Jangan sampah berserak-serak, rumput di pekarangan jangn sampai tinggi-tinggi," katanya selalu mengingatkan pengelola mess. 

    Kembali ke rencana pembangunan hotel di lokasi Mess Pemda Riau saat ini. Menurut Erisman, di awal-awal diamanahkan memimpin Badan Penghubung, dia menyampaikan hal tersebut kepada gubernur. "Karena kami tahu historisnya, lalu kami sampaikan kepada Pak Gubernur Syamsuar," ujar Erisman.

    Erisman kemudian mengajak Sekdaprov Riau (saat itu) Yan Prana Jaya untuk meninjau Mess Slipi. "Dan Alhamdulillah, baik Pak Gubernur maupun Pak Sekda sangat menyambut baik dan mendukung bagaimana supaya asset Riau di Slipi, Mess Pemprov tersebut, bisa dimanfaatkan lebih maksimal lagi dalam bentuk pembangunan hotel," terang Erisman.

    Erisman mengaku sangat bersemangat mendapat dukungan dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekdaprov dan pimpinan daerah lain di Riau, termasuk dari DPRD. "Yang pertama yang saya lakukan adalah mengecek dari sisi administrasi. Karena bagaimana kita akan berbicara yang lainnya soal rencana pembangunan hotel, kalau sisi administrasinya belum jelas dan siap," ungkap Erisman.

    Zona Pemerintah

    Dari hasil mempelajari administrasi Mess Pemda di Slipi itulah Erisman menemukan hal-hal yang sangat mengejutkan. Ternyata, kata Erisman, Mess Slipi itu berada di zona pemerintah, bukan di zona bisnis. Artinya, adalah hal yang tidak mungkin membangun hotel di kawasan zona pemerintah. "Berarti dari dulu, cuma wacana saja. Sebab, bagaimana kita mau membangun hotel, kalau Mess Slipi itu berada di zona pemerintah, bukan zona bisnis," terang Erisman.

    Erisman kemudian melaporkan ke Gubernur dan Sekda tentang kondisi tersebut. "Pak Gub tanya saya, lalu bagaimana solusinya? Saya bilang, Pak Gub harus berkirim surat ke Gubernur DKI agar zonanya diganti menjadi zona bisnis," kata Erisman,

    Menindaklanjutinya, Gubri kemudian bertemu dengan Gubernur DKI Anis Baswedan. Sementara  Sekda Riau Yan Prana Jaya didampingi Kaban Penghubung berkomunikasi dengan Sekda DKI Syaifullah (almarhum,red). "Alhamdulillah, Pemda DKI memberikan kemudahan. Kata Pak Sekda DKI waktu itu, sudahlah, kita kan sama-sama pemerintah. Jadi ini mesti secepatnya dicarikan solusinya," kata Syaifullah kala itu.

    Dengan setengah bercanda, almarhum saat itu kepada Sekda Riau Yan Prana Jaya mengatakan, "Pak Sekda, sudah ada uangnya? Kalau sudah ada, besok pagi, langsung dibangun. Tak apa-apa."  

    Saat ini surat Riau sudah dibalas oleh Pemprov DKI, yang intinya mengizinkan zona itu berganti dari zona pemerintah menjadi zona bisnis. "Tinggal lagi kita menunggu, karena Pemprov DKI sedang merivisi Perda Tata Ruangnya. Mungkin Maret dan April sudah selesai revisi Perdanya," kata Erisman.

    Menurut Erisman, pada intinya dengan surat dari Pemprov DKI tersebut, berarti Riau sudah diizinkan untuk membangun hotel. "Artinya kita sudah punya SIM untuk membangun hotel tersebut," ungkapnya.

    Sambil menunggu selesainya revisi Perda DKI Jaya terkait perubahan dari zona pemerintah ke zona bisnis, Badan Penghubung juga tengah menggesa penyatuan dua sertifikat tanah di lahan Mess Pemda Pemprov Riau. Memang, kata Erisman, dari 2.300 M2 lahan Mess Pemda itu ada sekitar 100 M2 yang status lahannya belum dinaikkan menjadi sertifikat. Persisnya di halaman depan Mess Pemda di Slipi. "Saat ini peningkatan statusnya, sedang berproses di BPN Jakarta," terang Erisman.

    Kasus Arya Duta Jangan Terulang

    Lalu, siapakah yang akan membangun hotel tersebut? Apakah pihak ketiga, investor, atau bersumber dari dana APBD Riau? Menurut Erisman, Gubenur Syamsuar menginginkan membangun hotel tidak menggunakan APBD. Tapi melibatkan pihak ketiga, investor. Meski begitu, ujar Erisman, Gubri juga tidak mau kasus Hotel Arya Duta di Pekanbaru terulang lagi.

    Seperti diketahui, selama ini Hotel Arya Duta yang notabene milik Pemprov Riau dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga, tidak memberikan pemasukkan yang signifikan kepada pendapatan daerah. Konon kabarnya hanya Rp200 juta setahun. Itupun jangka waktu kerjasamanya selama 30 tahun yang membuat Pemprov Riau tidak bisa berbuat banyak terikat dengan perjanjian bisnis yang sangat mengikat.

    "Pak Gub sudah wanti-wanti. Beliau tidak ingin hal yang demikian terulang lagi. Menurut Pak Gub, kita mau hotel ini dibangun oleh pihak ketiga, tetapi dengan perjanjian yang saling menguntungkan. Pihak ketiga untung, kita daerah juga untung," kata Erisman menirukan pernyataan sikap Gubernur Syamsuar terkait rencana pembangunan hotel di Jakarta tersebut.

    Dari upaya promosi yang dilakukan Badan Penghubung, saat ini setidak-tidaknya sudah ada beberapa calon investor yang berminat membangun hotel Menara Riau tersebut.  Di antaranya, Salim Group dan juga penguasa asal Riau, Arbain. Bahkan, Arbain pun sudah  sempat melakukan presentasi di depan Gubernur Riau, lengkap dengan pemaparan desain hotelnya.

    "Kita optimis, sepertinya sudah ada investor yang serius, meskipun nanti tetap dilaksanakan dengan sistem lelang terbuka. Intinya, karena kita gencar melakukan promosi, sudah ada investor yang tertarik dan berminat untuk membangun hotelnya. Salim Group juga sudah bannyak melakukan kerjasama dengan provinsi lain dalam membangun hotel seperti itu," terangnya.

    Ketika ketika klausul apa yang akan masuk dalam MoU antara Pemprov Riau dengan investor nantinya, menurut Erisman, di antaranya bangunan hotel tersebut harus bercirikan khas melayu. Kedua, hotel mesti menyediakan konter-konter yang menjual produk-produk khas Riau. "Ketiga, nantinya seluruh PNS yang melaksanakan tugas ke Jakarta, mesti menginap di sana. Sehingga anggaran SPPD para PNS yang bertugas ke Jakarta, khususnya untuk akomodasi, tidak kemana-mana, tetapi dapat kembali ke Riau juga. Namun demikian, soal ini tentunya harus dikuatkan dalam bentuk Pergub," papar Erisman.

    Soal fungsi sosial yang selama ini sangat kuat di Mess Slipi, menurut Erisman, tentu nantinya termasuk dalam salah satu klausul perjanjian dengan pihak investor. Misal saja, pemberian harga khusus bagi masyarakat Riau yang sedang butuh tempat tingga selama mengurus keluarganya yang dirawat di rumah sakit di Jakarta.

    Berkaitan dengan hal itu juga, sebut Erisman, Gubernur Syamsuar sudah membentuk tim persiapan pembangunan Hotel Riau di Jakarta yang tidak saja melibatkan internal Pemprov tetapi juga pihak luar, baik akademisi, BPKP, BPK dan lainnya. Tugas tim adalah mengkaji  mengkaji segala hal terkait MoU dengan Investor. "Artinya, Pak Gub itu serius dan ingin hotel yang dibangun itu benar-benar saling menguntungkan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, termasuk juga masalah hukum," jelas Erisman.

    "Saya ingin Man, semua unsur dilibatkan dalam tim. Kalau nanti ini terwujud, kita hendaknya benar-benar puas. Saling menguntungkan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, termasuk juga masalah hukum," kata Gubri Syamsuar seperti ditirukan Erisman. "Saya tidak mau masalah Arya Duta terulang," kata Gubernur lagi berkali-kali kepada Erisman ketika menjelaskan tentang pembangunan Hotel di Jakarta.

    Masih banyak cerita lain yang dituturkan "Dubes" Erisman kepada MataPers.com ketika bertamu ke kantornya. Selain soal Hotel Menara Riau, Erisman juga berbagi kisah tentang bagaimana upayanya sebagai Kepala Badan Penghubung ikut mempromosikan berbagai produk-produk khas Riau di ibukota. Tentang hal itu, ikuti dan baca dalam edisi besok. (**)



     
    Berita Lainnya :
  • ''Dubes'' Erisman, Mess Slipi dan Hotel Menara Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Covid-19 Naik Tajam, Warga India Ramai-ramai Eksodus ke Jakarta
    02 Pengetatan Dimulai, Mudik Idul Fitri Dilarang Sepanjang 22 April-24 Mei 2021
    03 Banjir Landa Kecamatan Binawidya, 350 KK di Sungai Sibam Butuh Bantuan
    04 Awal Mei, Pengprov PBSI Riau Gelar Musyawarah
    05 Komisi V DPRD Riau Apresiasi Gerak Cepat Badan Penghubung Jakarta
    06 Ibu-Ibu Ethiopia Memasak untuk Buka Puasa Warga Indonesia di Addis Ababa
    07 Tinjau Lokasi PSU di Desa Ringin, Pj Bupati Inhu: Semoga Tidak Ada Kendala
    08 PSU di Rohul Selasa Besok, Kapolres Harapkan Penyelenggara Bersikap Profesional
    09 800 Pengaduan Masuk ke DP, Dheni Kurnia Ingatkan Media di Riau Patuhi Kode Etik dan UU Pers
    10 Habis Lebaran, PWI Riau Kembali Rekrut Anggota Baru
    11 Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Riau Hampir Tembus 1.000 Orang
    12 Setelah Ditegur, Penjagaan Kantor dan Kediaman Gubernur Diperketat
    13 Wakil Ketua DPRD Syaiful Ardi Hadiri Peresmian Mushalla PKDP Bengkalis
    14 Selama Ramadhan Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru Tutup, Kecuali...
    15 Bahan Pokok Riau Aman Selama Ramadhan, Cabai Merah Mengkhawatirkan
    16 Muhammadiyah Sebut Pasien Positif Covid-19 dan OTG Tidak Wajib Puasa
    17 Amankah Divaksin Covid-19 Saat Puasa Ramadhan? Begini Penjelasan Para Pakar
    18 Soal Konflik Lahan Gondai Pelalawan, Istana Minta Aparat Ciptakan Kondisi Kondusif
    19 Enam Nama Calon Sekdaprov Riau Lulus Administrasi Pansel, Ini Mereka
    20 Ini Pemenang 11 Kategori Anugerah Pariwisata Riau 2021
    21 Malam Ini, 11 Katagori Anugerah Pariwisata Riau Diumumkan
    22 Gubri Lantik Wantikda Riau, Diharapkan Percepat Misi Kelima RPJMD
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar