MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Dipertanyakan, Kebijakan PLN Tembilahan Wajibkan Pembelian Token Perdana Rp50.000
Rabu, 23-11-2022 - 16:16:49 WIB
Ilustrasi. Meteran listrik pra-bayar.
TERKAIT:
   
 

TEMBILAHAN, MataPers -Kebijakan Supervisor PA PLN ULP Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, yang seakan mewajibkan pelanggan baru untuk membeli token perdana PB dan PD dengan jumlah minimal Rp50.000 dipertanyakan dan mendapat kritikan dari masyarakat.

Menurut Pemerhati listrik, Indra Megi Putra, kebijakan pejabat Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan, Arthur Von Stevan yang dibuat tersebut secara teknis tidak ada korelasinya dengan peningkatan penjualan energi listrik. 

"Bukankah peningkatan penjualan tenaga listrik selalu berbanding lurus dengan pemakaian tenaga listrik oleh pelanggan. Jika pemakaian energi listrik pelanggan besar maka sudah dipastikan akan mengurangi nilai pulsa token listrik besar juga," ujar Indra Megi Putra saat diwawancarai awak media, Selasa (22/11/2022) di salah satu Cafe Jl Soebrantas Tembilahan.

Lanjutnya mengalogikan, sebagai contoh jika seandainya pelanggan membeli token Rp20.000 kemudian pemakaiannya besar, maka pulsa akan cepat terkuras. Tentunya dengan sendirinya pelanggan akan membeli pulsa lagi. Nah, kalo dalam 1 bulan itu pembelian token 20 ribu sampai 15 kali transaksi.

Kemudian jika pelanggan membeli Token Rp50.000, pelanggan hanya membeli sebanyak 6 kali, lalu dibandingkan mana yang lebih tinggi peningkatan penjualan token listrik pakai token 20 ribu atau 50 ribu?

"Jika dilihat dari segi penjualan token jelas lebih tinggi pemakaian token 20 ribu, karena 15 kali beli dalam 1 bulan. Sedangkan token 50 ribu hanya beli 6 kali dalam 1 bulan," tutur Megi yang juga merupakan pelanggan listrik PLN ULP Tembilahan.

Lanjutnya menyampaikan, jadi logikanya adalah peningkatan penjualan energi listrik itu akan meningkat jika pemakaian energi listrik pelanggan besar. 

"Bukan dengan pembelian atau penjualan token yang besar akan meningkatkan penjualan energi listrik. Saya rasa ada yang korslet dalam memberikan kebijakan di ULP PLN Tembilahan," kritik Megi.

Lebih jauh Megi mengatakan jika PLN ULP Tembilahan ingin meningkatkan penjualan energi listrik ada beberapa hal yang harus dilakukan:

1. Tingkatkan jumlah pelanggan di wilayah ULP PLN Tembilahan, data dan segera lakukan evaluasi daerah-daerah yang belum terjangkau listrik PLN baik di dusun-dusun, parit-parit dan daerah yang memang ada potensi pelanggan. Maka, segera lakukan pembangunan jaringan listrik di daerah tersebut.

2. Tingkatkan kualitas pelayanan dan keandalan jaringan distribusi listrik sampai ke pelanggan-pelanggan.

3. Selalu monitor, evaluasi dan analisa daerah-daerah yg membutuhkan dan berpotensi ada pelanggan PLN.

4. Permudah akses baik secara prosedur maupun birokrasi dalam penyambungan baru dan hal-hal lain yang berhubungan dengan peningkatan penjualan energi listrik, Dalam hal ini para Biro2 Instalatir Listrik dan atau cangkoker.

"Insha Allah jika ke-4 hal di atas PLN ULP Tembilahan mau melakukannya, maka saya meyakini dan optimis seluruh wilayah Inhil akan diterangi listrik PLN dan penjualan energi listrik meningkat," tutup Megi.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, Supervisor PA dan Adm PLN ULP Tembilahan, Arthur Von Stevan dalam pernyataannya informasi elektronik yang beredar menyampaikan “Dalam rangka peningkatan penjualan tenaga listrik, maka disampaikan pada bulan November sampai Desember 2022, token perdana minimal adalah Rp50.000 per pelanggan".

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh klarifikasi  dari pihak PLN ULP Tembilahan. (**/thr)



 
Berita Lainnya :
  • Dipertanyakan, Kebijakan PLN Tembilahan Wajibkan Pembelian Token Perdana Rp50.000
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Ketua DPRD Rohil Sampaikan Masa Reses Anggota Dewan Mulai 5-10 Desember 2022
    02 LSM-LIRA Himbau Pemko Pekanbaru Perbaiki Jalan Suka Karya yang Rusak Parah
    03 Terobosan Baru, Pengurus JMSI Pelalawan Dilantik di Ibukota Negara
    04 APBD 2023 Rokan Hilir Disahkan Rp2,2 Triliun, Defisit Rp65,9 Miliar
    05 Banggar DPRD Rohil Bersama TAPD dan OPD Gelar Rapat Finalisasi Pembahasan RAPBD 2023
    06 Dihadiri Dirjen Kominfo, Bupati Afrizal Sintong Resmikan TVRI Rohil
    07 Peringati Harlah Ke-55, Pengurus Kopri PMII Indragiri Hilir Gelar Diskusi Santai
    08 Dihadiri Wakapolri dan Dua Gubernur, Rakernas IKA Unri Digelar 10-11 Desember 2022 di Siak
    09 HUT Korpri ke-51, Bupati Rohil Afrizal Sintong: ASN Harus Jadi Prajurit Kebhinekaan
    10 DPRD Rohil Paripurnakan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi
    11 Gempa Cianjur, Pemprov Riau Serahkan Bantuan Dana Rp676 Juta
    12 Patroli Jalan Kaki, Kapolres Inhil Sambangi Tukang Becak dan Ojek
    13 Para Pensiunan Pemprov Riau Bangga dan Terharu Disambangi Gubernur Syamsuar
    14 Pemprov Riau Gerak Cepat, Jalan Lintas Rangau Duri Segera Diperbaiki
    15 Dianggarkan Rp32 Miliar di APBD-P, Gaji Guru PPPK Rohil Dibayarkan Mulai Pekan Ini
    16 Pelabuhan Perikanan Internasional Dibangun di Bagan Siapi-api Tahun 2023
    17 Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubri Berharap Jembatan Selat Melaka Bisa Terwujud
    18 HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional, Bupati Rohil Minta Kualitas Pendidikan Terus Ditingkatkan
    19 Kukuhkan Pengurus FSPSPKR, Bupati Rohil: Kami Sangat Menghargai Jasa Pendiri Kabupaten
    20 DPRD Rohil Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS Tahun 2023
    21 Pansus DPRD Bersama Pemkab Rohil Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan RTRW
    22 Bapemperda DPRD Rohil Rapat Bersama OPD Bahas Program Pembentukan Perda 2023
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar