MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Baru Dibangun, Proyek Turap Miliaran Rupiah Sudah Ambruk, Ini Kata Camat Bathin Solapan
Selasa, 30-06-2020 - 17:35:48 WIB
Tepat di bawah pondasi turap itu terdapat onggokan tanah yang dimasukkan ke dalam karung plastik dan dijadikan dasar bangunan anti longsor tersebut.
TERKAIT:
 
  • Baru Dibangun, Proyek Turap Miliaran Rupiah Sudah Ambruk, Ini Kata Camat Bathin Solapan
  •  

    BATHIN SOLAPAN, MataPers - Camat Bathin Solapan, Bengkalis,  Wahyuddin mengaku sudah meninjau langsung turap di jalan Lingkar Barat, Desa Petani, yang ambruk sepanjang 20 meter. Turap miliaran rupiah yang dibiayai APBD Bengkalis dan baru selesai dikerjakan pada September 2019 memang kondisinya kini mengkhawatirkan pasca-ambruk. 

    “Semalam saya sudah ke sana, lihat langsung. Memang kondisinya rusak,” kata Wahyuddin, Selasa (30/6/2020) pagi. Melihat keadaan turap yang ambruk, ia pun khawatir dan mengatakan bahwa kerusakan yang ada harus segera diperbaiki sesegera mungkin.

    “Saya memang bukan orang teknik yang mengerti tentang bangunan, tapi kalau turap itu tidak segera diperbaiki dampaknya bakal semakin merugikan,” ungkapnya.

    Wahyuddin mengungkapkan, permukaan tanah di sekitar ambruknya turap akan terus tergerus bila tak segera diperbaiki. Fatalnya, ruas jalan yang ada dan membentang di sekitar lokasi bisa saja ikut tergerus dan akhirnya putus sebagai dampak panjang bila kerusakan turap tak kunjung diperbaiki.

    “Jangankan tanah, jalan itu saja bisa putus kalau turap itu tak segera diperbaiki. Apalagi kalau musim penghujan tiba, ya semakin cepat lah tanah tergerus. Kalau tak direspon cepat, dampaknya semakin besar dan merugikan,” imbuhnya.

    Atas hal itu, ia pun langsung berkoordinasi kepada jajaran Workshop PU, Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, serta melayangkan aduan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Khairul Umam untuk dapat segera meninjau kerusakan bangunan fisik penahan longsor itu.

    “Saya telfon langsung orang PU dan Ketua DPRD berkenaan hal itu. Kita tunggu sajalah apa tindakannya,” ungkap dia menegaskan.

    Beberapa saat lalu, Khairul Umam saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya bakal segera terjun ke lokasi untuk memastikan penyebab kerusakan turap.

    “Apakah rusak karena faktor alam atau human error, nanti kita cek dahulu di lapangan,” papar Khairul beberapa saat lalu.

    Tak hanya itu, Sudirman Sakai selaku warga sekitar pun mengaku kecewa dengan pengerjaan proyek tersebut. 

    Ia pun menyebut bahwa selama pengerjaannya, pemuda tempatan tak dilibatkan sebagai pekerja yang disebut lebih mengetahui kontur tanah di sekitar areal runtuhnya turap.

    “Tentu kami lebih paham wilayah ini, nah itu lihat saja. Tak ada besi skor atau tulang antar beton. Tak ada tiang penopang dari luar, hanya beton lurus saja. Kalau tak pakai tiang penyanggah ya ambruk lah. Kami kecewa dengan pekerjaan ini, dan kenapa tidak melibatkan warga sekitar?” singgung Sudirman Sakai beberapa saat lalu.

    Sudirman juga mengatakan, tepat di bawah pondasi turap itu terdapat onggokan tanah yang dimasukkan ke dalam karung plastik dan dijadikan dasar bangunan anti longsor tersebut.

    Hal itupun mengundang kritik pedas dari warga dan mengatakan bahwa proyek tersebut sebagai proyek gagal. "Kenapa begitu sistem kerjanya? Jelas saja ambruk lah. Mana tahan itu,” sindirnya.

    Sebagaimana diketahui, proyek itu sendiri dikerjakan oleh PT Sumber Arta Reksa Mulia sebagai rekanan PUPR dalam pengadaan jalan dan turap secara khusus. Pengerjaannya sendiri menelan biaya miliaran rupiah, hasil dari Anggaran Pembelanjaan Biaya Daerah (APBD) tahun 2019.

    Saat dikonfirmasi, A seorang penanggung jawab dari perusahaan tersebut membenarkan bahwa proyek tersebut merupakan hasil kerja timnya. Ia pun mengakui bakal segera melaksanakan perbaikan sesegera mungkin. "Nanti kami perbaiki,” singkatnya.

    Sejak diberitakan sekitar 4 hari lalu, kondisi turap masih dalam keadaan tergeletak di tepian lereng nan terjal. Belum diketahui kapan perbaikan bakal segera dilaksanakan, namun keadaan tanah sekitar terus meretak dan tergerus perlahan.

    Saat dikonfirmasi kepada Kadis PUPR via telepon genggam Hardiyansyah juga mengatakan, masalah ini pihaknya sudah turunkan tim untuk lakukan pengecekan dan akan segera kita perbaiki dalam waktu dekat," ungkap Ardiyansyah. (Ben)



     
    Berita Lainnya :
  • Baru Dibangun, Proyek Turap Miliaran Rupiah Sudah Ambruk, Ini Kata Camat Bathin Solapan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Investigasi Dinsos Rohil Temukan Dana PKH Labuhan Tangga Hilir Dicairkan Oknum Pendamping
    02 Sejumlah PPDP Bengkalis Reaktif, KPU: Tahapan Pilkada Tak Terganggu
    03 Anggota PWI Riau Terdampak Covid-19 Terima Bantuan Sembako
    04 Muncul Dua Kasus Baru Covid-19 di Riau, Satu dari Hasil Swab Mandiri
    05 Mengejutkan, Jumlah Positif Covid-19 Meroket, Hari Ini Bertambah 2.657 Orang
    06 Anggaran Covid-19 Diperbesar, KPK Sinyalir untuk Pencitraan Oknum Bupati/Wako di Pilkada
    07 Sidang Korupsi Bengkalis, Indra Gunawan Eet Bikin Kesal dan Geram Majelis Hakim
    08 Tekan Covid-19, Bupati Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
    09 Rakor dengan BI, Sekda Inhil Bahas Pengendalian Inflasi Kota Tembilahan
    10 Dubes Al Busyra: Dosen, Peneliti dan Mahasiswa Ethiopia Ingin Belajar di Indonesia
    11 Hari Ini Riau Nihil, Total Dirawat 10 Orang dan 1.986 PDP Sembuh
    12 Terjadi Rekor Baru Pasien Positif Corona, Hari Ini Bertambah 1.853 Orang!
    13 KLHK Patroli Terpadu di 154 Desa Rawan Karhutla, Riau Terbanyak
    14 Dengan Tangan Diborgol, Majelis Tipikor Pindahkan Amril Mukminin ke Pekanbaru
    15 8 Hektare Lahan Terbakar di Rangsang, Polisi Lidik Pelaku Pembakaran
    16 Rektor UIR dan Bupati Kampar Saksikan Pascasarjana Teken MoA dengan Sekda
    17 Amankan 1.062 Dus Rokok Tanpa Cukai di Perairan Inhil, Polda Riau Selamatkan Kerugian Negara Rp4.9 M
    18 Rampungkan Monev, KI Riau Apresiasi PPID Instansi Vertikal
    19 BC Bengkalis Musnahkan 1.115 Karung Bawang Merah Ilegal dari Malaysia
    20 Komisi IV Bengkalis Kunjungi Disdik Riau, Pertanyakan PPDB dan Sistem Zonasi
    21 Belum Bayar Ganti Rugi, Warga Hadang PT HKI di Pintu Masuk Tol Pekanbaru-Dumai
    22 Dua Putra Mantan Presiden Ditangkap, Diduga Terima Suap Rp708 M
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar