MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Piala AFC U-16: Adu 'Finishing Touch' Indonesia vs China Malam Nanti
Minggu, 22-09-2019 - 13:14:24 WIB
Laga Grup G Kualifikasi Piala Asia U-16 AFC 2020 Indonesia versus Brunei Darussalam di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Foto: Antara)
TERKAIT:
 
  • Piala AFC U-16: Adu 'Finishing Touch' Indonesia vs China Malam Nanti
  •  

    JAKARTA, MataPers - Kualifikasi Piala Asia U-16 AFC 2020 hampir berakhir dan di Grup G, para penikmat sepak bola harus menunggu sampai laga pamungkas untuk menemukan tim terbaik yang dapat langsung lolos ke Piala Asia U-16 2020 di Bahrain.

    Dua tim yang memperebutkan posisi puncak grup tersebut China dan Indonesia.

    China saat ini berada di posisi satu memiliki sembilan poin tetapi unggul dua poin di selisih gol dari Indonesia sebagai runner up.

    Kedua tim akan bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (22/9/2019) malam nanti, mulai pukul 19.00 WIB.

    Indonesia dan China datang ke pertandingan tersebut dengan mentalitas yang berbeda.

    Indonesia dituntut harus menang agar menjadi yang terbaik di Grup G dan lolos langsung ke Piala Asia U-16 2020. Sementara China, yang berpoin sama dengan Indonesia tetapi unggul selisih gol, hanya perlu hasil seri.

    Jika imbang, Indonesia memang bisa saja ke Piala Asia via jalan empat peringkat dua (runner up) terbaik dari 11 grup yang terlibat dalam kualifikasi.

    Namun, posisi anak-anak asuh pelatih Bima Sakti tetap belum aman karena setidak-tidaknya ada lima tim lain yang berpoin sama dengan Indonesia sampai saat ini.

    Ketika empat dari mereka sama-sama menang di laga terakhir maka peluang Indonesia ke putaran final pupuslah sudah.

    Ketika kemenangan harus diraih, mau tidak mau Indonesia mesti mencetak gol. Dan untuk membuat skor, tentu diperlukan penyelesaian akhir atau finishing touch yang apik.

    Masalahnya, justru di sana lah letak persoalan Indonesia sejak laga pertama di Grup G. Bima Sakti hampir selalu mengeluh tentang hal tersebut di akhir pertandingan.

    "Penyelesaian akhir masih harus diperbaiki," kata Bima. Kalimat serupa selalu diulangi sejak menghadapi Filipina di partai perdananya di Grup G, Senin (16/9).

    Menurut pelatih asal Balikpapan tersebut, timnas U-16 Indonesia seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak jika lebih tenang dan lebih terorganisasi ketika menyerang.

    Barisan penyerang Indonesia, dianggap Bima juga beberapa kali gugup yang membuat kesempatan terbuang percuma.

    Pemain Indonesia Marselino Ferdinan memang menjadi pencetak gol terbanyak kualifikasi, tentu termasuk di Grup , dengan tujuh gol. Namun, posisi Marselino adalah gelandang serang yang di dalam lapangan beroperasi di belakang 'striker'.

    Indonesia menempatkan satu penyerang di jajaran pemain tersubur yakni Ahmad Athallah Araihan dengan enam gol.

    Total, dari 27 gol yang dilesakkan Indonesia ke gawang lawan, ada 13 gol yang berasal dari kaki penyerang tengah dan penyerang sayap. Lainnya datang dari gelandang dan bek.

    Sementara China memang 'hanya' memiliki penyerang He Xiaoke di peringkat ketiga pencetak gol terbanyak turnamen dengan lima gol.

    Namun, dari 28 gol China di Grup G, sebanyak 22 gol datang dari para penyerang tengah dan penyerang sayapnya.

    Angka itu cukup menggambarkan betapa menyeramkannya lini depan China. Belum lagi lini belakang China yang solid.

    Skuat belia Negeri Tirai Bambu belum kebobolan sama sekali di Grup G. Indonesia sendiri sudah kemasukan satu gol saat melawan Kepulauan Mariana Utara.

    Gol itu sempat membuat pelatih Bima Sakti marah di ruang ganti.

    "Saya marah di ruang ganti. Pemain seharusnya fokus dalam bertahan dan menyerang sepanjang laga," ujar Bima.

    Mental

    Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sejatinya bukan perkara mudah baik itu bagi lawan maupun timnas Indonesia sendiri.

    Apalagi itu untuk para pemain timnas U-16 yang belum pernah sekali pun menjalani laga internasional di sana. Di tiga laga Grup G sebelumnya, pertandingan berlangsung di Stadion Madya Gelora Bung Karno yang berkapasitas maksimal sekitar 9.000 penonton.

    SUGBK berkali lipat besarnya dari Madya dan bisa menampung hingga 77.000 orang. Belum lagi sejarah panjangnya sebagai stadion kebanggaan Indonesia yang sering menggetarkan jiwa tamu dan tim tuan rumah.

    Soal itu pun sudah diantisipasi pelatih Bima Sakti. Dia mengetahui dengan pasti bahwa hiruk pikuk SUGBK bisa menambah daya juang pemainnya atau justru membuat goyah mentalitas bertanding.

    "Karena itu saya meminta pemain untuk tetap fokus ke pertandingan," tutur pelatih yang menangani timnas Indonesia di Piala AFF 2018 tersebut.

    Para pemain skuat berjuluk Garuda Asia menyatakan tidak ada masalah soal mental untuk laga tersebut.

    Bek tengah Kadek Arel Priyatna mengaku bahwa dia dan rekan-rekannya tidak sabar untuk bertempur di SUGBK menghadapi China demi tiket ke Piala Asia U-16 2020.

    "Kami sudah siap," ujar Kadek.

    Di samping tentang mental, Bima Sakti mengantisipasi hal nonteknis lain di SUGBK. Salah satunya adalah lampu karena pertandingan berlangsung malam hari.

    "Kami harus membiasakan diri dengan lampu," tutur Bima.

    Jika permasalahan teknis seperti penyelesaian akhir serta pertahanan dan nonteknis layaknya mental dan kondisi SUGBK bisa diatasi, bukan tidak mungkin Indonesia dapat mengandaskan perlawanan China.

    Indonesia pun dapat melenggang ke Bahrain untuk menjalani Piala Asia U-16 2020. Itu akan menjadi Piala Asia U-16 kedelapan bagi Indonesia.

    Terakhir kali Indonesia tampil di Piala Asia U-16 yaitu pada tahun 2018 di mana Indonesia berhasil mencapai perempat final. (mp01)

    Sumber: Antara



     
    Berita Lainnya :
  • Piala AFC U-16: Adu 'Finishing Touch' Indonesia vs China Malam Nanti
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Hari Ini Positif Covid-19 Bertambah 585, Terbanyak di Kalsel 109 Kasus
    02 Salurkan Sembako, PB Gerakan NU Peduli Covid-19 Sisir Pelosok Daerah Pekanbaru
    03 Banyak Warga Enggan Ikut Rapid Test di Bengkalis: Nanti Kalau Positif Keno Karantina Pula
    04 Empat Pasien Positif Covid-19 Meranti Sembuh, Tinggal 15 Orang Masih Dirawat di Riau
    05 Koramil Rupat Patroli Malam, Himbau Warga Pakai Masker dan Tidak Berkerumun
    06 Bertarung dengan Harimau Saat Menoreh Getah, Warga Sepahat Bengkalis Selamat
    07 Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 298 Perkara, Termasuk Narkoba dan HP Ilegal
    08 Dihadiri Dubes Al Busyra Basnur, Pemuda Indonesia dan Ethiopia Diskusi Pendidikan di Tengah Covid-1
    09 Jelang Peremajaan Sawit Rakyat, Distan Bengkalis Cek Bibit Bersertifikat
    10 KPK Laksanakan Tahap II, Tersangka Suap Izin Alih Fungsi Hutan Riau Segera Disidangkan
    11 Tanggulangi Karhutla, KLHK Fokus ke Riau dan Enam Provinsi Lain
    12 Komisi Informasi dan Diskominfo Inhil Gelar Rakor PPID Utama se Riau Secara Virtual
    13 Dua PDP Covid-19 Asal Tampan Pekanbaru Meninggal, Hasil Swab Belum Diketahui
    14 Pertamakali Sejak 1948, Indonesia Tidak Berangkatkan Jamaah Haji Karena Pandemi Covid-19
    15 Antisipasi Covid-19, Koramil Rupat Periksa Penumpang di Pelabuhan Roro Tanjung Kapal
    16 Miris, Gedung Anak Yatim Senilai Rp2 Miliar di Balai Raja Dibangun Tak Sesuai Standar
    17 Gubri Tolak Revisi RPJMD Pemko Pekanbaru, Wan Abubakar Sebut Menantu Walikota Bermain
    18 Semua Sembuh dan Boleh Pulang, Tak Ada lagi Pasien Positif Covid-19 di Pekanbaru
    19 Bupati Inhil Resmikan Tim Terpadu Penegakan Disiplin Masyarakat Produktif Aman Covid-19
    20 Setahun Kepergian Isteri Tercinta, Inilah Curhatan Hati Susilo Bambang Yudhoyono
    21 Pilkada 2020 Tanpa Kampanye Akbar, Mendagri: Pakai Media Sosial
    22 PB-GNP Covid-19 Datangi Kelenteng di Pekanbaru, Salurkan Sembako
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar