MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Menanti Emas Sepakbola, Marwah Indonesia di SEA Games 2019
Selasa, 10-12-2019 - 07:16:31 WIB
Timnas U-22 Indonesia berlatih di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin (9/12/2019). Timnas U-22 Indonesia akan melawan Vietnam dalam partai final sepak bola putra SEA Games 2019, Selasa (10/12/2019) malam ini. (Foto: Antara)
TERKAIT:
 
  • Menanti Emas Sepakbola, Marwah Indonesia di SEA Games 2019
  •  

    MANILA, MataPers - Pelaksanaan pesta olahraga multi event dua tahunan, SEA Games 2019 Filipina memasuki hari terakhir. Dan kontingen Indonesia saat ini berada di posisi empat klasemen perolehan medali dengan raihan 70 emas, 78 perak dan 99 perunggu.

    Raihan medali tim Merah Putih itu sudah memenuhi target yang ditetapkan Presiden Joko Widodo yaitu 60 emas dan berada di posisi dua. Namun, melihat peluang yang ada saat ini bakal sulit menyodok ke posisi dua. Tinggal satu cabang yang mampu mengangkat yaitu sepakbola.

    Timnas asuhan Indra Sjafri lolos ke partai final dan akan menghadapi Vietnam di Rizal Memorial Stadium, Manila, Selasa (10/12/2019) malam pukul 19.00 WIB. Partai ini jelas sangat ditunggu-tunggu karena Indonesia cukup lama menanti peluang ini. Timnas Garuda terakhir kali merebut emas pada SEA Games 1991 yang juga di Filipina.

    Ada anggapan yang biasa dibicarakan banyak orang, kita tidak masalah kalah tapi jangan di sepakbola. Dengan emas di kejuaraan dua tahunan ini, maka bisa membuat dingin suasana di tengah kering medali diakhir kejuaraan.

    Melawan Vietnam jelas tidak mudah, apalagi timnas Garuda Nusantara pernah mengalami kekalahan 1-2 pada babak penyisihan. Namun, pelatih Indra Sjafri tidak ingin jatuh di lubang yang sama. Bertanding secara maksimal dan bawa emas adalah target utamanya saat ini.

    "Yang penting adalah niat baik, usaha yang keras dan doa. Kami harus berjuang karena hanya ada dua pilihan yaitu kita yang menang atau mereka," kata Indra Sjafri sebelumnya.

    Harapan pelatih asal Sumatera Barat ini didukung penuh oleh anak asuhnya. Dukungan ini bukan tanpa alasan karena dengan meraih emas bakal menaikkan eksistensi sepak bola Indonesia yang saat ini sedang terpuruk di kancah internasional.

    Meski bukan agenda FIFA, emas dari SEA Games 2019 memang pantas untuk dibawa ke Indonesia. Saat ini tinggal bagaimana pemain di lapangan melaksanakan tugas negara itu. Meski lawan berat, bukan mustahil emas didapat.

    "Semua pemain kami siap. Tidak ada yang tidak fit," kata Indra seusai berlatih di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, kemarin.

    Pada laga final, Indonesia dipastikan menurunkan formasi terbaik seperti sang top skor sementara Osvaldo Haay, Evan Dimas Darmono, Egy Maulana Vikri, Bagas Adi hingga pemain pengganti terbaik, Sani Rizki Fauzi bisa saja menjadi pilihan utama pada laga final ini.

    "Ini kesempatan buat meraih medali emas karena sudah 28 tahun timnas sepak bola tidak mendapat medali emas. Dan kali ini adalah momentum yang harus disiapkan maksimalkan di pertandingan besok melawan Vietnam," kata Sani Rizki sebelumnya.

    Selain sepak bola, harapan kontingen Indonesia akan emas adalah bola voli putra. Peluang untuk menjadi yang terbaik pada kejuaraan dua tahunan ini juga cukup terbuka setelah di final tidak lagi menghadapi Thailand.

    Indonesia bakal mendapatkan lawan baru yaitu tuan rumah Filipina yang lolos ke final setelah mengalahkan tim Negeri Gajah Putih itu. Jika bisa meraih hasil maksimal Rivan Nurmulki dan kawan-kawan juga membuat sejarah karena tim voli putra Indonesia terakhir meraih emas pada SEA Games 2009 Laos.

    "Indonesia tidak pernah kehilangan satu set pun dan itu jadi modal baik untuk tampil di babak final. Lawan tuan rumah, kemungkinan akan main lebih dari tiga set itu bisa saja ada, tapi kita harus yakin dengan kemampuan yang ada," kata manajer tim bola voli Indonesia Santiaji Gunawan.

    Tidak hanya sepak bola dan voli, asa Indonesia untuk merebut emas juga diharapkan dari balap sepeda disiplin BMX putra. I Gusti Bagus Saputra dan Rio Akbar bakal menjadi tumpuan. Emas dari BMX ini sangat diharapkan karena Indonesia datang sebagai juara bertahan dan untuk memenuhi target tiga emas yang hingga saat ini belum tercapai. Begitu juga dengan tinju, atletik, jujitsu, esports hingga billiar.

    Sementara itu, Komandan kontingen (CdM) Indonesia Harry Warganegara berharap tim yang dipimpin tetap ikut berebut 90 keping emas tersisa di SEA Games 2019 demi mengatrol posisi pada klasemen medali kejuaraan dua tahunan itu.

    "Kita masih peluang untuk rebut medali emas. Ada sekitar tujuh emas proyeksinya," kata Harry Warganegara saat dikonfirmasi di Metro Manila, Senin.

    Menurut dia, ada beberapa cabang yang diharapkan tampil maksimal demi emas yang di antaranya sepak bola, bola voli putra hingga dari cabang bela diri. Namun, ia menyadari lawan juga terus mengejar emas yang sama.

    Indonesia setelah beberapa hari bertengger di posisi dua langsung tergeser dua negara sekaligus. Jika di posisi pertama ada Filipina dengan raihan 135 emas, 103 perak dan 105 perunggu, kini peringkat dua ditempati Thailand dengan 84 emas, 91 perak dan 102 perunggu.

    Setelah Thailand ada Vietnam dengan raihan 80 emas, 78 perak dan 95 perunggu. Sedangkan Indonesia kini berada di peringkat empat dengan raihan 70 emas, 78 perak dan 99 perunggu. Jika melihat peluang emas, posisi Indonesia bakal sulit kembali ke posisi dua. (**)


    Sumber: Antara



     
    Berita Lainnya :
  • Menanti Emas Sepakbola, Marwah Indonesia di SEA Games 2019
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Santri Tani NU Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa
    02 Polemik Sembako Perusahaan, Gubri: Tahun Lalu 'Tak Ado' Masalah, Kini Kok Dipersoalkan?
    03 Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 551 Kasus, 631 Sembuh dan 14 Meninggal
    04 Ustaz Tengku Zulkarnain Wafat, Gubri Sampaikan Ucapan Duka
    05 Tinjau Pusat Keramaian, Gubri Tegur Pengunjung Plaza Sukaramai Tak Pakai Masker
    06 KOLOM INSPIRASI: TEHAER Alias THR
    07 Kabar Duka Covid-19: Hari Ini 26 Orang Meninggal di Riau
    08 KOLOM INSPIRASI: Hidup Damai Lewat Pesan Gus Dur
    09 Tiang Listrik Tumbang Dihantam Longsor, 15 Desa di Kampar Gelap Gulita
    10 Lima Pesan Dubes RI Addis Ababa Menuju Pendidikan Indonesia ''Go-Global''
    11 Dua ''Rekor Baru'' Covid-19 di Riau Hari Ini, Terpapar 628 dan Meninggal 17 Orang
    12 Longsor di Desa Merangin Kampar, Ruas Jalan Riau-Sumbar Tak Bisa Dilewati
    13 Kematian Akibat Covid-19 Kian Tak Terbendung di Riau, 20 Pasien Wafat Hari Ini
    14 Pasca-Bupati Kuansing Diperiksa, Kajari : Kemungkinan Ada Tersangka Baru
    15 Syukuran Milad ke-93, Wanita Perti Riau Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim
    16 Antisipasi Lonjakan Covid 19, RSUD Mandau Tambah Kapasitas Ruang Isolasi
    17 Lagi, 15 Warga Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Terpapar 570 Orang
    18 Hitungan Menit, Sebagian Rumah di Jalan Duyung Kebanjiran, Lurah Kemana?
    19 Kejari Pekanbaru Pastikan Ekky Khadafi ''Clear'' dari Dugaan Korupsi
    20 Dua Bocah Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Meninggal Dunia
    21 Panggung Toktan dan LSSK Bagikan Sedekah Ramadhan
    22 Gawat, Hari Ini 483 Kasus Baru Covid-19 di Riau dan 7 Lansia Meninggal Dunia
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar