MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
"Salah Asuhan", Karya Sastrawan Minangkabau yang Kelahirannya Jadi Hari Sastra
Jumat, 03-07-2020 - 12:33:47 WIB
Novel Salah Asuhan karya Abdoel Moeis.
TERKAIT:
   
 

JAKARTA, MataPers - Hari Sastra Indonesia ditetapkan berdasarkan kelahiran sastrawan Abdoel Moeis pada 3 Juli 1883 yang jatuh pada hari ini.

Sastrawan, wartawan dan tokoh pergerakan ini adalah orang yang pertama kali dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Presiden Soekarno pada 30 Agustus 1959. 

Putra Minangkabau ini menghembuskan napas terakhir di Bandung pada 17 Juni 1959, jauh dari tempat kelahirannya di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Kiprahnya sebagai tokoh pergerakan membuat pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan larangan keluar dari pulau Jawa.

Dikutip dari buku "Pahlawan-Pahlawan Indonesia Sepanjang Masa" dari Didi Junaedi, Abdoel Moeis diasingkan oleh pemerintah Belanda ke Garut, Jawa Barat.

Kota itu sekaligus jadi tempat Abdoel Moeis menyelesaikan novel "Salah Asuhan, salah satu karyanya yang ternama.

"Salah Asuhan" terbit dalam bahasa Melayu pada 1928 di bawah penerbit Balai Pustaka. "Salah Asuhan" juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan judul "Never the Twain" oleh Yayasan Lontar pada 2010.

"Pemahaman Salah Asuhan" keluaran Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 1985 mendeskripsikan "Salah Asuhan" sebagai novel yang membahas pembauran serta benturan antara kebudayaan Timur dan Barat.

"Salah Asuhan" bercerita tentang Hanafi, pemuda Minangkabau yang berada di tengah pendidikan dan lingkungan yang menganut nilai-nilai dan sikap hidup orientasi Barat.

Pendidikan Barat yang salah membuat dia tak bisa membaur dengan bangsanya, tapi tidak pula diterima oleh kaum Barat.

Hanafi dianggap salah asuhan karena kebarat-baratan.

Hanafi dinikahkan dengan Rapiah, namun bercerai karena memilih untuk menjalin kasih dengan Corrie du Busse, seorang gadis Indo-Prancis.

Kehidupan rumah tangga Hanafi dan Corrie tidak harmonis dan Hanafi hidup dalam penyesalan.

Versi yang diterbitkan berbeda dari naskah aslinya. Novelnya bisa terbit setelah ditulis ulang dengan karakter Eropa yang memberi kesan positif.

Dalam "Di Balik Tirai Salah Asuhan" dari Syafi Radjo Batuah, karakter Corrie dalam novel yang diterbitkan dan dalam naskah aslinya sangat berbeda.

Pada naskah asli, Corrie adalah gadis pesolek yang menyukai pergaulan bebas. Lewat bujukan Tante Lien, mak comblang, ia bergaul intim dengan pemain orkes keroncong, menjual diri kepada seorang Arab kaya raya, hingga kapten kapal. Ini jadi salah satu penyebabnya bercerai dengan Hanafi.

Corrie terjerumus ke dalam dunia pelacur dan mati ditembak seorang langganannya.

Naskah ini ditolak, karakter Corrie ditulis ulang sebagai perempuan yang tidak tergoda bujukan Tante Lien, meski dia tetap dituduh selingkuh oleh Hanafi. Corrie digambarkan sebagai korban fitnah, dia kemudian meninggal akibat kolera.

"Salah Asuhan" kemudian diadaptasi menjadi film oleh sutradara Asrul Sani dengan bintang Dicky Zulkarnaen sebagai Hanafi, Rima Melati sebagai Rapiah dan Ruth Pelupessy --pemeran Darminah dalam film horor "Pengabdi Setan"- sebagai Corrie du Bussee.

Film yang dirilis pada 1972 ini diubah latar belakangnya menjadi 1970-an.

Dikutip dari laman berita Antaranews.com, "Salah Asuhan" juga hadir di layar kaca dalam sinetron berjudul sama arahan Azhar Kinoy Lubis. Sinetron "Salah Asuhan" yang dibintangi oleh Dimas Aditya ini tayang pada akhir 2017. (**/ant)



 
Berita Lainnya :
  • "Salah Asuhan", Karya Sastrawan Minangkabau yang Kelahirannya Jadi Hari Sastra
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Ketua DPRD Rohil Sampaikan Masa Reses Anggota Dewan Mulai 5-10 Desember 2022
    02 LSM-LIRA Himbau Pemko Pekanbaru Perbaiki Jalan Suka Karya yang Rusak Parah
    03 Terobosan Baru, Pengurus JMSI Pelalawan Dilantik di Ibukota Negara
    04 APBD 2023 Rokan Hilir Disahkan Rp2,2 Triliun, Defisit Rp65,9 Miliar
    05 Banggar DPRD Rohil Bersama TAPD dan OPD Gelar Rapat Finalisasi Pembahasan RAPBD 2023
    06 Dihadiri Dirjen Kominfo, Bupati Afrizal Sintong Resmikan TVRI Rohil
    07 Peringati Harlah Ke-55, Pengurus Kopri PMII Indragiri Hilir Gelar Diskusi Santai
    08 Dihadiri Wakapolri dan Dua Gubernur, Rakernas IKA Unri Digelar 10-11 Desember 2022 di Siak
    09 HUT Korpri ke-51, Bupati Rohil Afrizal Sintong: ASN Harus Jadi Prajurit Kebhinekaan
    10 DPRD Rohil Paripurnakan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi
    11 Gempa Cianjur, Pemprov Riau Serahkan Bantuan Dana Rp676 Juta
    12 Patroli Jalan Kaki, Kapolres Inhil Sambangi Tukang Becak dan Ojek
    13 Para Pensiunan Pemprov Riau Bangga dan Terharu Disambangi Gubernur Syamsuar
    14 Pemprov Riau Gerak Cepat, Jalan Lintas Rangau Duri Segera Diperbaiki
    15 Dianggarkan Rp32 Miliar di APBD-P, Gaji Guru PPPK Rohil Dibayarkan Mulai Pekan Ini
    16 Pelabuhan Perikanan Internasional Dibangun di Bagan Siapi-api Tahun 2023
    17 Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubri Berharap Jembatan Selat Melaka Bisa Terwujud
    18 HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional, Bupati Rohil Minta Kualitas Pendidikan Terus Ditingkatkan
    19 Kukuhkan Pengurus FSPSPKR, Bupati Rohil: Kami Sangat Menghargai Jasa Pendiri Kabupaten
    20 DPRD Rohil Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS Tahun 2023
    21 Pansus DPRD Bersama Pemkab Rohil Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan RTRW
    22 Bapemperda DPRD Rohil Rapat Bersama OPD Bahas Program Pembentukan Perda 2023
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar