MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
''Remdesivir'' Kandidat Obat Baru Corona, Dari 125 Pasien yang Diobati 123 Orang Sehat
Sabtu, 18-04-2020 - 17:57:11 WIB
Ilustrasi. 
TERKAIT:
 
  • ''Remdesivir'' Kandidat Obat Baru Corona, Dari 125 Pasien yang Diobati 123 Orang Sehat
  •  

    JAKARTA, MataPers - Para peneliti di University of Chicago melaporkan hasil yang menjanjikan dari penelitian kecil menggunakan remdesivir untuk mengobati orang yang terinfeksi virus corona baru atau COVID-19.

    Temuan ini terungkap dalam diskusi video internal tentang uji coba University of Chicago yang diperoleh STAT, seperti dilansir Time, Jumat (17/4/2020).

    Dalam penelitian, para ilmuwan melibatkan 125 orang pasien COVID-19, yang semuanya diobati menggunakan remdesivir, yang saat ini belum disetujui di Amerika Serikat untuk mengobati penyakit apa pun.

    Dari 125 pasien itu, sebanyak 113 orang memiliki penyakit parah, yang membuat mereka kesulitan bernapas. Dalam diskusi video, Kathleen Mullane, seorang profesor kedokteran mengatakan, sebagian besar pasien yang menggunakan obat tersebut cukup membaik untuk keluar dari rumah sakit, dan hanya dua orang yang meninggal.

    Mullane tidak membahas detil hasil itu, tetapi dalam sebuah pernyataan, juru bicara universitas mengatakan "Data parsial dari uji klinis yang sedang berlangsung secara definisi tidak lengkap dan tidak boleh digunakan untuk menarik kesimpulan tentang keamanan atau kemanjuran pengobatan".

    Menurut mereka, informasi dari forum internal ini hanya untuk rekan-rekan peneliti dan menarik kesimpulan apa pun pada titik ini terlalu dini dan secara ilmiah tidak baik.

    Remdesivir bekerja dengan meniru salah satu elemen genetik yang digunakan virus penyebab COVID-19, yang dikenal sebagai SARS-CoV-2, untuk membuat lebih banyak salinannya sendiri. Obat memblokir virus menyalin genomnya, membuat macet mesin viral copy virus.

    Obat ini awalnya dikembangkan oleh Gilead untuk pengobatan Ebola, tetapi ketika percobaan awalnya mengecewakan, sehingga perusahaan menunda pengembangan obat lebih lanjut.

    Namun, penelitian laboratorium sebelumnya menunjukkan remdesivir sebenarnya memiliki aktivitas antivirus yang lebih kuat terhadap virus corona seperti SARS dan MERS dibandingkan terhadap Ebola.

    Obat ini belum disetujui untuk mengobati penyakit apa pun sehingga dokter tidak dapat menggunakannya untuk mengobati pasien COVID-19.

    Peneliti dari University of Chicago dalam New England Journal of Medicine pada 10 April lalu, melibatkan 53 pasien yang diobati dengan remdesivir di Amerika Serikat, Eropa, Kanada, dan Jepang.

    Dalam studi itu, sebanyak 68 persen pasien membaik dan 57 persen dari mereka yang membutuhkan ventilator tidak lagi membutuhkan bantuan pernapasan mekanik setelah minum obat selama 10 hari.

    Gilead sendiri juga melakukan dua penelitian remdesivir pada pasien COVID-19. Hasilnya diharapkan keluar dalam beberapa bulan. (**/ant)



     
    Berita Lainnya :
  • ''Remdesivir'' Kandidat Obat Baru Corona, Dari 125 Pasien yang Diobati 123 Orang Sehat
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Besok Pagi Gubri Lantik Muflihun Pj Wako Pekanbaru dan Kamsol Pj Bupati Kampar
    02 Gubri Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni, Warga Pekanbaru Ucapkan Terimakasih
    03 BRK Sah Jadi Syariah, Mantan Gubri Apresiasi Komitmen Gubernur Syamsuar
    04 Jadi Irup Harkitnas, Bupati Rohil Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah
    05 Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO, Gubri: Semoga Harga TBS Naik Lagi
    06 Tol Pedang Bisa Rampung 2023, Progres Seksi Kipang Sudah 55 Persen
    07 PSPS Jadikan Stadion Utama Riau untuk Homebase Kompetisi Liga 2
    08 Soal Anjloknya Harga Sawit, Gubri: Tunggu Keputusan Presiden Dua Minggu Lagi
    09 Polda Riau Ungkap Kasus Pencucian Uang dari Hasil Bisnis Narkoba
    10 Taja Workshop Dendang Syair, Sendratasik FKIP UIR Hadirkan Maestro Asal Malaysia
    11 Khawatirkan Nasib Petani Sawit, Gubri Lobi Pusat Bahas Larangan Ekspor CPO
    12 Petugas Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Ganja Kering
    13 Warga Keluhkan Bau Busuk, Ternyata Ada Mayat Pria 50 Tahun di Kamar Kos
    14 Pasca-Pelonggaran Protokol Kesehatan, AP II Terapkan Ketentuan Baru Penerbangan
    15 LAMR Minta Pusat Utamakan Usulan Gubernur Dalam Menentukan Pj. Kepala Daerah
    16 UAS Dideportasi, Anggota DPR-RI Minta Pemerintah Panggil Dubes Singapura
    17 Secara Relijius dan Kultural, LAMR Tersayat Akibat Pendeportasian UAS dari Singapura
    18 Kemenkumham Telusuri Penyebab Singapura Deportasi Ustadz Abdul Somad
    19 Harga Sawit Anjlok, Gubri Bermohon ke Presiden untuk Meninjau Kembali Pelarangan Ekspor CPO
    20 CATATAN H DHENI KURNIA: Menimang PJ Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar
    21 Harga Anjlok, Besok Gubri Kumpulkan Asosiasi Pengusaha dan Petani Sawit
    22 Dubes Arab Saudi Kirim Hadiah untuk Pemprov Riau Berupa Al Quran dan 4 Ton Kurma
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar