MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Diskusi Ahli KPID Riau: Siaran TV Digital Bukan Menonton di Internet
Selasa, 15-06-2021 - 08:23:43 WIB
Suasana diskusi ahli tentang TV Digital di Kantor KPID Riau, Lantai 3 Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Senin (14/6/2021).
TERKAIT:
 
  • Diskusi Ahli KPID Riau: Siaran TV Digital Bukan Menonton di Internet
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah KPID Provinsi Riau kembali menaja Diskusi Ahli. Kali ini mengangkat tema Peluang, Harapan dan Tantangan Digitalisasi Penyiaran di Provinsi Riau.

    Diskusi yang dilakukan di Kantor KPID Riau, Lantai 3 Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Senin (14/6/2021) kemarin, menghadirkan  narasumber ahli yakni dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau Asyari Abdullah, S.Sos, M.I.Kom.

    Asyari yang sudah menulis sejumlah riset mengenai penyiaran digital ini memaparkan betapa pentingnya dunia penyiaran televisi berbasis teresterial di Indonesia segera beralih dari sistem analog ke sistem digital. "Yang dimaksud dengan penyiaran berbasis teresterial adalah yang menggunakan frekuensi. Karena frekuensi adalah sumber daya alam terbatas sebagaiman juga minyak, gas dan lainnya perlu diatur dan dioptimalkan penggunaannya," sebut Asyari.

    Menurut Asyari, penyiaran sistem analog yang saat ini digunakan di Indonesia sangat boros dalam pemanfaatan pita frekuensi. "Padahal kalau segera beralih ke sistem digital, akan banyak tersisa atau disebut digital deviden yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Sebuah riset yang dilakukan untuk memperkuat naskah akademis revisi Undang-undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 menyebutkan sisa frekwensi sebagai multiefek beralih ke sistem penyiaran digital bisa mencapai Rp77 triliun," sebutnya.

    Pada kesempatan itu, Asyari juga memaparkan betapa tertinggalnya Indonesia di dunia bahkan di Asia Tenggara dalam hal 'move on' ke sistem penyiaran digital ini. "Indonesia sudah berapa kali mencanangkan segera beralih ke digital atau ASO (Analog Switch Of). Mulai dari Konvensi Jenewa hingga Kesepakatan Menteri Kominfo se-Asia Tenggara. Namun karena tarik menarik sejumlah kepentingan selalu gagal. Sehingga hari ini di Asia Tenggara hanya Indonesia dan Timor Leste yang masih menggunakan siaran televisi analog," katanya miris. 

    Karena itu, dia menyambut baik segera dilakukan ASO di Indonesia secara bertahap dan paling lambat sudah harus tuntas pada 22 November 2022. "Ini sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja pada klaster Penyiaran. Bahkan dibeberapa kabupaten di Riau ASO berlaku 31 Desember 2021 ini," katanya.

    Sementara itu, Ketua KPID Riau, Falzan Surahman, S.Si, M.I.Kom, mengatakan lembaganya terus mendukung pemerintah melakukan sosialisasi peralihan sistem penyiaran dari analog ke digital ini. "Kita bersinergi dengan semua pihak melakukan sosialisasi seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi dan lembaga penyiaran itu sendiri. Karena masih banyak masyarakat yang belum paham betul dengan sistem penyiaran digital ini. Bahkan ada yang menyamakannya dengan siaran yang ditonton melalui di internet. Padahal bukan begitu. Penyiaran digital tetap melalui televisi menggunakan antena biasa tapi sudah digital. Kelebihannya, siaran lebih jernih, kualitas gambar dan suara sangat bagus," katanya.

    Selain dihadiri Komisioner KPID Riau, peserta diskusi ini adalah para mahasiswa rumpun Ilmu Komunikasi  dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau. Seperti Universitas Riau, Universitas Lancang Kuning, Universitas Islam Riau, UIN Suska dan LP3I. (**/rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Diskusi Ahli KPID Riau: Siaran TV Digital Bukan Menonton di Internet
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Riau Peringkat 6 Nasional, Realisasi Investasi Semester I Capai Rp23,09 Triliun
    02 Polsek Bangko Musnahkan 55,4 Gram Sabu, Pengedar Masih DPO
    03 Bupati Afrizal Sintong Serahkan BST dan Beras Bulog PPKM untuk Warga Miskin Rohil
    04 Bupati Afrizal Harapkan Anggota DPR-RI Dapil Riau Dapat Perjuangkan Rohil di Blok Rokan
    05 Berkekuatan 18 Tenaga Medis, RSUD Mandau Bakti Sosial di Dusun Bagan Boneo
    06 Kapolda Riau dan Ketua LAMR Tepuk Tepung Tawar 450 Siswa Diktuba Polri
    07 Disanksi Tak Masuk Hari Libur, 26 Karyawan PT PDR Air Molek Lapor ke Disnaker Riau
    08 Hadiri Muscab PKB Rohil, Bupati Afrizal Sintong Ajak Pengurus Selalu Dukung Pemerintah
    09 Besok Hari Terakhir, Jumlah Pendaftar CASN di Riau Capai 3.763 Orang
    10 Wabup Sulaiman Harapkan LAMR Rohil Mampu Tunjukkan Jati Diri
    11 Pimpin Patroli Skala Besar, Kapolda Riau Bagikan Sembako dan Borong Dagangan Kaki Lima
    12 Bupati Afrizal Sintong Berang, Pihak PT JJP Tidak Hargai Pemda Rohil
    13 HAN 2021 di Tengah Pandemi, Dialog Gubri Syamsuar dengan Anak-anak yang Rindu Kembali ke Sekolah
    14 Dengar Keluhan Warga, Wabup Sulaiman Sidak RSUD Dr Pratomo Bagansiapiapi
    15 Bupati Afrizal Sintong Hadiri Pemotongan Hewan Kurban di Kantor Pemkab dan DLH Rohil
    16 Karhutla di Batas Rohul dan Kampar, Dua Heli Dikerahkan ke Lokasi
    17 Tim Gabungan Polres Bengkalis Gelar Operasi Penegakan Prokes Covid-19
    18 Sambil Lantik Penghulu Air Hitam, Bupati Rohil Bawa Para Kadis Tinjau Infrastruktur Desa Terisolir
    19 Gubri Syamsuar Hadiri Pemotongan Hewan Kurban di PWI Riau
    20 Idul Adha, Warga Perumahan PPH Rimbo Panjang Potong 5 Hewan Kurban
    21 Majelis Komisioner KI Riau Tunda Sidang Sengketa Informasi RSJ Tampan
    22 Gubri Syamsuar Sumbang Satu Ekor Sapi Kurban untuk PWI Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar