MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Menguak Makhluk Misterius di Loch Ness Skotlandia, Teka-Teki Mulai Terpecah
Selasa, 10-09-2019 - 15:34:57 WIB
Sebuah koran London yang menerbitkan satu foto hitam-putih yang diklaim sebagai binatang buas di Loch Ness.
TERKAIT:
 
  • Menguak Makhluk Misterius di Loch Ness Skotlandia, Teka-Teki Mulai Terpecah
  •  

    HIGHLAND, MataPers - Dalam cerita rakyat Skotlandia, ada satu makhluk keramat yang dianggap sebagai penghuni Loch Ness, sebuah danau perairan dalam yang berada di Dataran Tinggi Skotlandia. Ia dijuluki monster Loch Ness atau akrab disebut Nessie.

    Nessie kerap digambarkan memiliki tubuh besar seperti dinosaurus, leher panjang, dengan satu atau dua punuk yang menonjol dari air.

    Kepercayaan populer terhadap Nessie bervariasi, sejak isu ini pertama dibawa ke ranah publik dunia pada 1933. Bukti keberadaannya dianggap anekdotal, dengan beberapa foto yang juga disebut hoaks.

    Komunitas ilmiah menganggap monster Loch Ness sebagai fenomena tanpa dasar biologis. Mereka pun menegaskan bahwa penampakan Nessie hanyalah tipuan semata, angan-angan, dan kesalahan identifikasi objek-objek duniawi.

    Monster Loch Ness disebut telah menghantui danau Skotlandia selama lebih dari 1.000 tahun -- setidaknya dalam imajinasi, menurut Live Science yang dikutip pada Selasa (10/9/2019).

    Namun, sebuah survei ilmiah di perairan Loch Ness menemukan bahwa air di sana tidak mengandung jejak DNA "monster", tidak ada sama sekali. Maka dari itu, studi ini kembali menegaskan bahwa keberadaan Nessie adalah fiktif.

    Ahli genetika Neil Gemmell dari Otago University di Selandia Baru mengatakan, sebuah survei DNA lingkungan yang diambil dari Loch Ness tidak menemukan tanda-tanda "monster" yang dimaksud.

    Loch Ness juga bukan rumah bagi Nessie si dinosaurus air -- sebuah teori yang digunakan untuk menjelaskan sosok misterius yang dilaporkan telah dilihat beberapa kali sejak 1930-an.

    Gemmell mengatakan, jejak DNA lebih dari 3.000 spesies yang hidup di sekitar atau di dalam Loch Ness -- termasuk ikan, rusa, babi, burung, manusia dan bakteri -- tidak menampakkan bukti keberadaan "monster".

    "Akan tetapi, kami tidak menemukan si reptil raksasa. Kami tidak menemukan reptil sama sekali," kata Gemmell kepada Live Science.

    "Kami menguji berbagai sampel tentang ikan sturgeon raksasa atau ikan lele yang mungkin ada di sini dari waktu ke waktu, tetapi kami juga tidak menemukan itu," imbuhnya.

    Satu hal yang peneliti temukan adalah bahwa Loch Ness berisi banyak belut. Selain itu, para ilmuwan menambahkan, penampakan Nessie mungkin adalah penampakan belut yang tumbuh terlalu besar. Meskipun teori ini kemungkinannya sangat kecil.

    "Dari 250 sampel air aneh yang kami ambil, hampir setiap sampel memiliki belut di dalamnya," katanya. "Tapi apakah mereka belut raksasa? Aku tidak tahu," katanya.

    Dongeng Monster

    Monster Loch Ness pertama kali muncul dalam sebuah legenda dari Abad ke-6, ketika seorang biksu Irlandia-Columba (yang kemudian menjadi santo Katolik) dikisahkan berhasil menaklukan Nessie ketika monster ini menyerang seorang perenang. Biksu tersebut berdoa dan memerintahkan makhluk itu untuk enyah.

    Legenda monster di danau Skotlandia ini --salah satu danau terbesar di Inggris, mengandung lebih dari 245 miliar kaki kubik (7 miliar meter kubik) air tawar-- kemudian bertahan hingga 1930-an, ketika sebuah surat kabar Skotlandia melaporkan penampakan Nessie.

    Beberapa tahun setelahnya, ada sebuah koran London yang menerbitkan satu foto hitam-putih yang diklaim sebagai binatang buas di Loch Ness. Namun, potret ini lalu diketahui sebagai tipuan semata: kapal selam mainan yang dilengkapi dengan tubuh "ular laut" palsu.

    Upaya selanjutnya untuk melacak monster Loch Ness gagal, termasuk pencarian sonar (alat yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menemukan benda dan menentukan letaknya di bawah permukaan air) pada tahun 2003, lapor BBC News.

    Kendati demikian, kisah tentang monster Loch Ness terus ada sampai sekarang dan masih banyak orang yang memercayainya.

    Ada sebuah industri wisata kecil yang dibangun di desa Drumnadrochit, di tepi Loch Ness. Nessie dilaporkan terus memperlihatkan wujudnya hingga hari ini oleh para wisatawan yang berada di dusun tersebut.

    Gemmell mengatakan, dua penampakan monster ada di Kastil Urquhart di samping Loch Ness, beberapa hari sebelum survei Gemmell dimulai.

    Survei Loch Ness

    Tim ilmiah mensurvei Loch Ness pada Juni 2018, mengambil lebih dari 250 sampel air dari permukaan dan kedalaman danau selama periode dua minggu.

    Mereka kemudian memperkuat sejumlah kecil materi genetik DNA untuk mendeteksi spesies tumbuhan dan hewan yang berbeda, dari sel-sel yang tertinggal di perairan danau atau di dalam air yang mengalir dari tanah di dekat danau.

    Gemmell mengatakan, sampel menunjukkan hewan dan tumbuhan mana yang telah berinteraksi dengan lingkungan setempat dalam 24 hingga 48 jam sebelumnya.

    "Perairan besar ini adalah cara yang sangat bagus untuk memahami lanskap dinamis yang lebih besar," katanya. "DNA Lingkungan adalah cara yang sangat kuat untuk memahami dunia kita yang kaya."

    Perburuan monster Loch Ness, Gemmell mengimbuhkan, memberi tim kesempatan untuk memamerkan teknik DNA lingkungan kepada dunia.

    Gemmell mengakui bahwa dia skeptis tentang keberadaan monster Loch Ness, bahkan sebelum survei dilakukan, meski hasilnya meninggalkan peluang yang sangat tipis bahwa Nessie kemungkinan masih bisa nyata adanya.

    "Sejak awal, aku bilang aku tidak percaya pada monster itu dan aku masih pada posisiku," tegas Gemmell. "Tapi, bukankah akan luar biasa kalau aku juga salah?" (mp01)

    Sumber: liputan6.com



     
    Berita Lainnya :
  • Menguak Makhluk Misterius di Loch Ness Skotlandia, Teka-Teki Mulai Terpecah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Besok Pagi Gubri Lantik Muflihun Pj Wako Pekanbaru dan Kamsol Pj Bupati Kampar
    02 Gubri Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni, Warga Pekanbaru Ucapkan Terimakasih
    03 BRK Sah Jadi Syariah, Mantan Gubri Apresiasi Komitmen Gubernur Syamsuar
    04 Jadi Irup Harkitnas, Bupati Rohil Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah
    05 Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO, Gubri: Semoga Harga TBS Naik Lagi
    06 Tol Pedang Bisa Rampung 2023, Progres Seksi Kipang Sudah 55 Persen
    07 PSPS Jadikan Stadion Utama Riau untuk Homebase Kompetisi Liga 2
    08 Soal Anjloknya Harga Sawit, Gubri: Tunggu Keputusan Presiden Dua Minggu Lagi
    09 Polda Riau Ungkap Kasus Pencucian Uang dari Hasil Bisnis Narkoba
    10 Taja Workshop Dendang Syair, Sendratasik FKIP UIR Hadirkan Maestro Asal Malaysia
    11 Khawatirkan Nasib Petani Sawit, Gubri Lobi Pusat Bahas Larangan Ekspor CPO
    12 Petugas Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Ganja Kering
    13 Warga Keluhkan Bau Busuk, Ternyata Ada Mayat Pria 50 Tahun di Kamar Kos
    14 Pasca-Pelonggaran Protokol Kesehatan, AP II Terapkan Ketentuan Baru Penerbangan
    15 LAMR Minta Pusat Utamakan Usulan Gubernur Dalam Menentukan Pj. Kepala Daerah
    16 UAS Dideportasi, Anggota DPR-RI Minta Pemerintah Panggil Dubes Singapura
    17 Secara Relijius dan Kultural, LAMR Tersayat Akibat Pendeportasian UAS dari Singapura
    18 Kemenkumham Telusuri Penyebab Singapura Deportasi Ustadz Abdul Somad
    19 Harga Sawit Anjlok, Gubri Bermohon ke Presiden untuk Meninjau Kembali Pelarangan Ekspor CPO
    20 CATATAN H DHENI KURNIA: Menimang PJ Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar
    21 Harga Anjlok, Besok Gubri Kumpulkan Asosiasi Pengusaha dan Petani Sawit
    22 Dubes Arab Saudi Kirim Hadiah untuk Pemprov Riau Berupa Al Quran dan 4 Ton Kurma
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar