MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Sidang Korupsi Bengkalis, Indra Gunawan Eet Bikin Kesal dan Geram Majelis Hakim
Kamis, 09-07-2020 - 15:34:09 WIB
Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet (kanan) bersama dua saksi lainnya dihadirkan majelis hakim Pengadilan Tipikor dalam sidang kasus korupsi Bupati Bengkalis nonaktif Amril Mukminin. (Foto: Dok. Bertuahpos.com)
TERKAIT:
 
  • Sidang Korupsi Bengkalis, Indra Gunawan Eet Bikin Kesal dan Geram Majelis Hakim
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Banyak menjawab tidak tahu saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan perkara korupsi Bupati Bengkalis nonaktif, Amril Mukminin, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (9/7/2020), membuat hakim kesal dan geram dengan Ketua DPRD Riau Indra Gunawan alias Eet. Bahkan, Hakim sempat mengatakan Eet tak pantas menjadi wakil rakyat. 

    Hal ini bermula ketika Hakim Ketua, Lilin, bertanya kepada Eed. Kepada majelis hakim, Indra Gunawan menerangkan saat ini menjabat Ketua DPRD Riau.

    Eed mengaku kenal Amril Mukminin di Partai Golkar dan pernah menjadi sama-sama anggota DPRD Bengkalis 2009-2014. Eed mengaku pernah menjabat Ketua 2009-2010.. Wakil Ketua 2013-2014.

    Kemudian, majelis hakim mengarahkan pertanyaan ke tahap proyek multi years di Kabupaten Bengkalis. Eed mengakui DPRD Bengkalis ada menyetujui anggaran multiyears tahun 2012 untuk tahun anggaran 2012.

    Namun Eed mengaku tidak tahu ada berapa paket multi years dan apa saja proyeknya. Eet juga mengaku tidak tahu bagaimana kondisi proyek multi years tersebut.

    Hal ini menurut Eet, karena selama 17 bulan dirinya tidak pernah hadir dan tidak pernah menjabat apa-apa di DPRD Bengkalis, karena tidak dilantik oleh Ketua DPRD. Sebab saat itu ada pemekaran Kabupaten Meranti.

    Hal ini membuat geram Hakim Iwan Irawan SH yang berada di samping hakim ketua. “Saudara saksi (Eet) banyak tidak tahu, untuk apa Anda jadi anggota dewan kalau banyak tidak tahunya,” ujar hakim Iwan Irawan.

    “Kemudian apa korelasi keterangan Anda yang menyebutkan Anda tidak pernah dilantik selama 17 bulan dengan pemekaran kabupaten? Apakah Anda Dapil Meranti?” tanya hakim Iwan.

    Eet kemudian menjawab dirinya bukan Dapil Meranti dan tidak mengetahui penyebab dirinya tak pernah dilantik.

    Hakim Iwan kemudian mengatakan Eed tidak pernah membahas dan tidak pernah ikut rapat proyek multiyears. Sementara dalam BAP, Indra Gunawan alias Eed mengaku pernah membahas proyek multiyears Jalan Duri-Sei Pakning tahun 2017 sebanyak 2 kali. Eed kemudian mengakuinya.

    “Jadi Anda jangan berpikiran nak membengak saja dengan mengatakan tidak tahu, tidak tahu kalau ditanya. Anda mengerti bahasa Indonesia tidak, atau harus pakai bahasa dari daerah,” ujar hakim Owan Geram.

    Saksi Eet kemudian mengakui keterangannya dalam BAP yang dibacakan hakim Iwan, di antaranya, pada pembahasan proyek multiyears Duri Sei Pakning di Komisi II tahun 2017, Eed memimpin rapat dan dalam 10 menit simpulkan 2 hal.

    Diantaranya terhadap proyek yang irasional masuk DIM Daftar Inventaris Masalah karena menguras anggaran lain. Ketika itu diusulkan hampir Rp200 miliar untuk 1 tahun termasuk MY Duri Pakning.

    Saat di Komisi II lanjut Eet, direkomendasikan anggaran proyek Multiyears Duri-Sei Pakning tahap pertama tahun 2017 sebesar Rp65 miliar. Namun setelah disahkan dan diverifikasi Pemprov Riau, angarannya naik menjadi Rp75 miliar.

    Kemudian terkait pelaksanaan proyek Duri-Sei Pakning, yang disebut Eet tidak tahu, hakim Iwan kembali membuka BAP Eet dan menemukan keterangan yang menyebutkan bahwa, “Waktu Eed menjabat wakil ketua, dirinya bersama dengan 3 orang pernah melakukan survei lapangan di Duri Pakning. Hal inipun diakui Eed.

    “Jadi mengapa Anda bilang tidak tahu ketika ditanya hakim ketua,” ujar Hakim Iwan.

    Hakim Iwan mengingatkan Eet masih bisa kemungkinan akan dipanggil lagi karena dugaan ada yang disembunyikan.

    Hakim Lilin di akhir sidang pemeriksaan Eet mengatakan, masyarakat rugi memilih Indra Gunawan sebagai saksi, karena selama lima tahun menjadi anggota DPRD Bengkalis banyak yang tidak tahu.

    “Masa 5 tahun cuma tahu program 400 rumah layak huni, tak patut saudara jadi wakil rakyat, rugi rakyat milih saudara,” ujar hakim Lilin seperti dikutip dari portal berita Bertuahpos.com(mp01/bpc)



     
    Berita Lainnya :
  • Sidang Korupsi Bengkalis, Indra Gunawan Eet Bikin Kesal dan Geram Majelis Hakim
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Lantik Pj Kades Bolak Raya, Wabup Inhil: Gunakan ADD Sebaik Mungkin
    02 BBM SPBU Dicampur Minyak Tiruan, BLJ Bengkalis Dirugikan Partner
    03 Komisi Informasi Riau Visitasi ke Diskominfopers Inhil
    04 8 Mahasiswa UIR Terima Beasiswa Cendekia dari Baznas Pusat
    05 Pilkada Rohil: Ada Sinyal ''Head to Head'' Afrizal-Sulaiman vs Suyatno-Jamiluddin
    06 Habis Teken MoU, Bupati Rohil Langsung Kirim 96 ASN Studi S2 ke UIR
    07 Visitasi Keterbukaan Informasi, KI Riau Apresiasi Inovasi PPID Utama Inhil
    08 Bupati Wardan Harapkan Anggota DPD Asal Riau Perhatikan Kabupaten Inhil
    09 KBS Resmi Deklarasi Paslon Pilkada Bengkalis, Kasmarni: Kami Siap Teken Kontrak Politik
    10 HUT Riau Ke-63, Pemkab Inhil Ikuti Rapat Paripurna Istimewa Secara Virtual
    11 Covid-19 di Riau: Bertambah 26 Orang Positif, Total Sembuh 382 Pasien
    12 Jelang Deklarasi, Kasmarni Buka Pintu Parpol Lain Gabung Masuk Koalisi
    13 Jabat Ketua Bappilu PBB Pekanbaru, Rio Kasairy Akan Kerja Maksimal
    14 Ponsel Warga Duri Lesap Saat Tertidur di Warung Bandrek
    15 Resmikan Paud Sains Tahfizh Duri, Kasmarni Apresiasi Gagasan Ummu Rahmi
    16 Besok, DKR Persembahkan Berbagai Pertunjukan Seni untuk Riau
    17 Siak Masih Tertinggi Kasus Baru Covid-19, Terkonfirmasi 23 Orang Hari Ini
    18 Hari Ini Nasional Nambah 2.227 Kasus, Riau Melonjak 50 Positif Covid-19
    19 Rusunawa Rejosari Pekanbaru ''Disulap'' Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
    20 Pemkab Inhil Serahkan 4.500 Sertifikat Tanah Masyarakat di Sembilan Desa
    21 Hari Ini 35 Warga Riau Terkonfirmasi Covid-19, Bersebar di Lima Kabupaten/Kota
    22 Lantik 204 Pejabat Baru Secara Virtual, Ini Pesan Gubernur Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar