MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Kejari Pekanbaru Pastikan Ekky Khadafi ''Clear'' dari Dugaan Korupsi
Rabu, 05-05-2021 - 04:42:07 WIB
Kasipidsus Kejari Pekanbaru Yunius Zega.
TERKAIT:
 
  • Kejari Pekanbaru Pastikan Ekky Khadafi ''Clear'' dari Dugaan Korupsi
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru memastikan Kabag ULP Provinsi Riau Ekky Khadafi clear dari kasus dugaan korupsi penyimpangan Pekerjaan Pembangunan Gedung Pasca Sarjana Fisipol di Universitas Riau yang terjadi beberapa tahun lalu. 

    Penegasan itu disampaikan Kasipidsus Kejari Pekanbaru Yunius Zega menanggapi tudingan terhadap Ekky Khadafi seperti disuarakan Gerakan Pemuda Mahasiswa Pekanbaru Peduli Keadilan (GPMPK) melalui aksi damai di sekitar kantor Gubernur Riau Jalan Cut Nyak Dien Senin (3/5/2021) kemarin.

    Mereka menilai Ekky Khadafi tidak sepatutnya diangkat sebagai pejabat pemerintahan karena berstatus sebagai tersangka korupsi. Karena itu mereka meminta Gubernur memecatnya sebagai Kabag ULP Provinsi Riau.

    Kasipidsus Yunius Zega yang dikonfirmasi, menilai persoalan tersebut sudah selesai. “Sudah selesai. Bahkan SPDP nya sudah dikembalikan lagi ke penyidik,” tegasnya, Selasa (4/5/2021) seperti dilansir potret24.com.

    Kasipidsus juga meminta semua pihak untuk tidak lagi mempersoalkan soal status tersangka Ekky Khadafi karena semuanya sudah selesai dan clear.

    Tidak Ditemukan Bukti

    Berdasarkan hasil ekspos bersama Polda Riau tertanggal 20 Juli 2020, Kasipidsus Kejari Pekanbaru saat itu Yuriza Antoni, SH yang hadir selaku pimpinan ekspos memaparkan secara gamblang atas dugaan keterlibatan Ekky Khadafi. 

    “Tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan saudara Ekky Khadafi. Dugaan keterlibatan Ekky Khadafi hanya didukung satu alat bukti yakni keterangan saksi. Selain itu penyidikan sudah maksimal dilakukan dan tidak ditemukan bukti lain yang mendukung,” tegasnya dalam ekspos kala itu. 

    Keterangan Yuriza Antoni ini kemudian dipertegas, Nofrizal, SH selaku Kasubsi Dik Khusus Kejari Pekanbaru. Menurutnya berdasarkan alat bukti yang ada dan disesuaikan dengan pasal sangkaan dalam berkas perkara tidak dapat terpenuhi dengan unsur pasal sangkaan.

    Selain itu sejumlah alat bukti tidak dapat menunjukkan keterlibatan Saudara Ekky Khadafi dalam persoalan tersebut. Dan terakhir Nofrizal menegaskan dugaan kasus korupsi tersebut semata-mata hanya kesalahan administrasi semata.

    Selain itu penyidik hanya menemukan satu alat bukti sehingga syarat minimal dua alat bukti tidak bisa terpenuhi. 

    Hal senada juga disampaikan RM Yusuf Trisna Jaya, SH, MH selaku Kasubsi Tut Pidsus Kejari Pekanbaru.

    Menurutnya peran Ekky Khadafi selaku Pejabat Pengadaan yang menunjuk Konsultan Pengawas berupa SPK dinyatakan non identik. Sehingga dugaan pasal penyalahgunaan kewenangan tidak terpenuhi sama sekali.

    Terakhir dikeluarkan rekomendasi terkait dugaan keterlibatan Ekky Khadafi.

    Pertama, dugaan keterlibatan tersangka Ekky Khadafi hanya didukung satu alat bukti berupa keterangan saksi.

    Kedua, penyidikan sudah maksimal dan tidak dapat dicari lagi alat bukti lain.

    Ketiga, menyatakan tidak terpenuhi unsur pidana dan perbuatan melawan hukum karena tersangka tidak bisa diterapkan delik ominisionis (pasif).

    Atas pertimbangan tersebut ekspos secara jelas mengatakan berkas perkara atas tersangka Ekky Khadafi tidak dapat dinaikkan ke tahap penuntutan.

    Azas Praduga Tidak Bersalah

    Secara terpisah Tokoh Pers Riau H Dheni Kurnia menyerukan kepada media dan juga wartawan untuk lebih hati-hati menulis maupun menyiarkan sebuah peristiwa. "Jangan hanya (berita) sepihak. Undang-undang Pers dan Kode etik wartawan telah mengatur bahwa berita yang diterbitkan media mestilah berimbang dan tidak menghakimi atau memvonis," kata Dheni yang juga Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Riau.

    Dheni mengaku prihatin dengan pemberitaan-pemberitaan segelintir media di Riau yang sering tendensius menyudutkan seseorang dan sama sekali tidak berimbang atau mengedepankan azas praduga tak bersalah. "Dalam pemberitaan aksi demo kasus Kabag ULP Riau, misalnya. Tiba-tiba saja yang jadi sasaran tembak dan kesan kebencian malah ke Gubernur. Padahal ceritanya tidak demikian, apabila konfirmasi atau penelusuran dilakukan si wartawan terlebih dahulu," terang Dheni. 

    Dan kenyataannya, kata Dheni, terbukti tidak ada yang salah atau keliru yang dilakukan Gubernur Riau ketika memutuskan mengangkat Ekky Khadafi sebagai Kabag ULP Provinsi Riau. "Ini yang mestinya jadi perhatian pengelola media. Cek dan konfirmasi dulu, baru beritakan. Lagi pula tugas media itu bukan untuk menuding, apalagi memvonis seseorang, apakah jadi tersangka atau bersalah. Itu urusan penegak hukum dan pengadilan, bukan ranah kita orang media," lontar Dheni. 

    Menurut Dheni, media memang selalu dituntut bersikap kritis dalam pemberitaan. Tetapi kritis bukan berarti asal kritik atau berita main hantam kromo yang akhirnya menyeret media tersebut kepada tindakan "trial the by press", yakni peradilan oleh pers. 

    "Ada rambu-rambu atau aturan dalam pemberitaan yang mesti selalu jadi acuan wartawan dan media. Itu namanya kode etik jurnalistik. Bahaya kalau itu diabaikan," kata Dheni mengingatkan. 

    Apalagi menuding seseorang koruptor tanpa ketetapan hukum oleh pengadilan dalam pemberitaan, itu justru perbuatan melawan hukum, yakni pasal pencemaran nama baik. "Jadi hati-hatilah. Jangan sampai wartawan atau media di Riau karena terlalu bersemangat memberitakan secara sepihak kebencian orang lain kepada seseorang, malah bermasalah hukum nantinya," ujar Dheni mengingatkan. (mp01/p24)



     
    Berita Lainnya :
  • Kejari Pekanbaru Pastikan Ekky Khadafi ''Clear'' dari Dugaan Korupsi
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif, 29 Preman di Bengkalis Diamankan Polisi
    02 SMAN 5 Tapung Tingkatkan Kualitas Guru Pendidik Melalui Workshop Teknologi
    03 Pemkab Bengkalis Dukung Gerakan Tiga Kali Ekspor Komoditas Hasil Pertanian
    04 Panjat Atap Gedung, Seorang Napi Lapas Tembilahan Kabur
    05 Tiga Asosiasi Konstituen Dewan Pers di Riau Dukung Pergub Mitra Media
    06 Unjuk Karya, Mahasiswa UIN Suska Pajang Foto di Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    07 Diskusi Ahli KPID Riau: Siaran TV Digital Bukan Menonton di Internet
    08 Enam Pesawat Tempur F-16 Amerika Serikat Latihan Bersama di Lanud Pekanbaru
    09 Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro Hingga 28 Juni, Pengaturan Sesuai Zonasi Risiko Wilayah
    10 Illegal Fishing, Kapal Nelayan Malaysia Kembali Ditangkap di Perairan Rohil
    11 Banyak Dubes Asing di Ethiopia Pernah Bertugas di Indonesia
    12 Garap Potensi Desa di Bengkalis, Wabup Bagus Santoso Ajak Kerjasama Perusahaan
    13 Dunia Usaha Bantu Kontingen PON Riau, Gubri: Jangan Lagi Ada Alasan Kurang Bersemangat
    14 Bertemu Gubri, Wamen Perdagangan Segera ke Riau
    15 Kemhan Siap Dukung 'Food Estate' di Riau, Gubri: Arahannya Komoditas Singkong
    16 Presiden Dukung Arsip Gunakan Era Digital, Gubri Serahkan Tanah Depo
    17 Dukung ANRI, Gubri Serahkan Sertifikat Tanah dan Bangunan untuk Depo Arsip
    18 Mexsasai Indra Terpilih Jadi Dekan Fakultas Hukum, Saiman: Energi Baru Universitas Riau
    19 Selain Tuntaskan TPP Pemkab Rohil, Ini 'Program 100 Hari' Bupati Afrizal Sintong
    20 Usai Dilantik, Bupati dan Wabup Rohil Kunjungan Perdana ke Partai NasDem
    21 Dilantik Gubri, Duet Afrizal Sintong-Sulaiman Resmi Pimpin Rokan Hilir
    22
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar