MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Laga Arema VS Persebaya, Ini 6 Fakta Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang
Minggu, 02-10-2022 - 15:45:33 WIB
Tembakan gas air mata mengarah ke suporter Arema berujung jatuhnya korban meninggal di tragedi Kanjuruhan Malang. 
TERKAIT:
   
 

MALANG, MataPers - Tragedi memilukan dan memalukan usai laga Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB menjadi perhatian nasional hingga dunia. Hingga Minggu siang sebanyak 158 orang dilaporkan tewas, termasuk dua anggota kepolisian. Sedangkan jumlah luka-luka yang dirawat mencapai ratusan orang.

Rivalitas antara Aremania suporter Arema FC dengan Bonek Persebaya Surabaya menjadikan laga tersebut menjadi magnet bagi suporter tuan rumah untuk datang ke Stadion. Hingga jumlahnya pun melebihi kapasitas stadion. Saat kerusuhan terjadi pun korban tak terhindarkan.

Berikut 6 fakta tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang yang dikutip dari disway.id.

1. Jumlah Penonton Melebihi Kapasitas Stadion

Tingginya animo masyarakat Malang hadir di laga Arema VS Persebaya sangat tinggi. Hingga melebihi kapasitas Kanjuruhan.

Sejak Kamis 29 September 2022, panita pelaksana (panpel) pertandingan antara Arema dan Persebaya sebenarnya sudah mendapatkan imbauan dari kepolisian perihal pembatasan penjualan tiket pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

Berdasarkan surat yang diterbitkan Kepolisian Resor (Polres) Malang bernomor B/2266/IX/Pam.3.3/2022, ada anjuran untuk tidak mencetak tiket melebihi kapasitas stadion.

"Bersama ini kami sampaikan kepada manajemen/panpel Arema FC agar membatasi pencetakan tiket sesuai kapasitas Stadion Kanjuruhan yaitu tiket VVIP 602 lembar, VIP 2.804 lembar, Ekonomi 19.720 lembar dan tiket berdiri 14.928 lembar, dengan total keseluruhan sebanyak 38.054 lembar pada saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2022," demikian bunyi kutipan surat yang ditandatangani oleh Kepala Polres Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Ferli Hidayat.

Namun faktanya, panpel Arema mencetak 42.000 tiket untuk pertandingan tersebut dan seperti yang diungkapkan oleh Abdul Haris selaku ketua panpel bahwa seluruhnya terjual habis.

"Kami keluarkan 42 ribu tiket di laga Arema melawan Persebaya 1 Oktober 2022 nanti. Cara pembelian tiket bisa secara online, tiket box, mitra kerja dan korwil," katanya pada Senin 26 September 2022 lalu.

2. Arema Kalah, Aremania Marah

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengatakan jalanya laga Arema VS Persebaya berjalan lancar. Namun, setelah permainan berakhir, sejumlah pendukung Arema FC merasa kecewa. 

Kekecewaan ini yang memantik mereka turun ke lapangan untuk mencari pemain dan ofisial.

Kerusuhan di Kanjuruhan bermula setelah peluit panjang dibunyikan wasit, terlihat banyak suporter tuan rumah atau Aremania merangsek masuk ke lapangan karena tidak puas dengan kekalahan tim mereka 3-2 dari rival Jawa Timur, Persebaya Surabaya.

Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. "Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," tambahnya.

3. Ada Gas Air Mata

Petugas pengamanan kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak turun ke lapangan dan mengejar pemain.

Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.
Disinggung soal penembakan gas air mata dilakukan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan bertindak anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Terjadi penumpukan penonton, maka terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," kata Kapolda Jatim.
Celakanya, arah tembakan tak cuma mengenai mereka yang di lapangan tapi juga yang ada di tribune.

Kepanikan pun terjadi hingga banyak korban meninggal karena berdesak-desakan dan terinjak saat berusaha mencari jalan keluar dari stadion.

Sebenarnya, mengacu pada regulasi FIFA yang tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 poin b, penggunaan gas air mata di dalam stadion memang dilarang.

"Senjata api atau 'gas pengendali massa' tidak boleh dibawa atau digunakan," tulis aturan FIFA tersebut.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sudah mengambil langkah akan membentuk tim investigasi atas tragedi tersebut dan mendukung pihak kepolisian untuk mengusut tuntas apa yang menjadi penyebabnya.

4. Bonek Tidak Hadir di Stadion

Tragedi di Kanjuruhan Malang yang terjadi melibatkan suporter dengan petugas keamanan yang mengamankan pemain dan ofisial Arema dari serbuan Aremania.
Pemain dan ofisial Persebaya sendiri langsung dievakuasi menggunakan baracuda keluar stadion.

Laga Arema VS Persebaya di Malang tidak dihadiri suporter fanatik Persebaya Bonek Mania.

Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Kemenpora Mahfudin Nigara memberikan acungan jempol untuk Bonek-julukan fans Persebaya Surabaya yang memilih tidak datang ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Bonek lebih memilih menonton laga tim kesayangannya Persebaya Surabaya dengan menggelar nonton bareng (Nobar). Ini cara yang patut diacungi jempol, mementingkan keselamatan dibandingkan timbulnya korban jiwa dan luka. 

"Salut ya buat bonek. Mereka lebih memilih nobar, dibandingkan datang ke Malang saat tim kesayangannya berlaga menghadapi tuan rumah Arema FC," tuturnya, Minggu 10 Oktober 2022.

5. Jumlah korban Jiwa dan Luka

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta dalam jumpa pers di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri.Sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit tersebut.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri. Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan.

Namun beredar kabar korban meninggal menembus 153 orang. Rincian jumlah ini beredar di group telegram PSSI, Minggu pagi 2 Oktober 2022.

Bupati Malang M. Sanusi menyatakan seluruh biaya pengobatan para suporter di sejumlah rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Malang.

"Kami mengerahkan seluruh ambulans untuk proses evakuasi dari Stadion Kanjuruhan. Untuk yang sehat dan dirawat, biaya semua yang menanggung Kabupaten Malang," kata Sanusi.

6. PSSI Ambil Tindakan 

Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 3-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam 1 Oktober 2022. Ini merupakan pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.

Selain itu, Iriawan juga mengatakan akan menghentikan gelaran Liga 1 musim ini untuk sementara waktu sampai ada keputusan lebih lanjut.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," ungkapnya melalui rilis yang diterima awak media.

Sementara itu Menko PMK Muhajir Efendi datang ke Rumah Sakit Kanjuruhan untuk melihat dari dekat penanganan korban tragedi di Stadion Kanjuruhan. 

Untuk diketahui rumah sakit ini merupakan tipe B, ada keterbatasan dalam penanganan.

"Sekarang kita fokus dulu ke korban, tanggapi insiden, nanti kita rekonstruksi kejadiannya, nanti polisi yang melakukan investigasi sembari menunggu petunjuk presiden," tuturnya seraya menyampaikan duka cita mendalam.
Menpora Zainuddin Amali mengutuk keras terhadap tragedi ini. "Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Apalagi lantaran tidak terima timnya kalah, Ini olah raga itu ada yang menang dan kalah ya harus belajar menerima kekalahan," tandasnya.

"Saya prihatin dan menyesalkan, apalagi korbannya banya. Ini pelajaran bagi kita untuk tidak terulang lagi di mana saja. Saya minta PSSI dan LIB untuk segera melakukan investigasi," paparnya. (**)



 
Berita Lainnya :
  • Laga Arema VS Persebaya, Ini 6 Fakta Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Ketua DPRD Rohil Sampaikan Masa Reses Anggota Dewan Mulai 5-10 Desember 2022
    02 LSM-LIRA Himbau Pemko Pekanbaru Perbaiki Jalan Suka Karya yang Rusak Parah
    03 Terobosan Baru, Pengurus JMSI Pelalawan Dilantik di Ibukota Negara
    04 APBD 2023 Rokan Hilir Disahkan Rp2,2 Triliun, Defisit Rp65,9 Miliar
    05 Banggar DPRD Rohil Bersama TAPD dan OPD Gelar Rapat Finalisasi Pembahasan RAPBD 2023
    06 Dihadiri Dirjen Kominfo, Bupati Afrizal Sintong Resmikan TVRI Rohil
    07 Peringati Harlah Ke-55, Pengurus Kopri PMII Indragiri Hilir Gelar Diskusi Santai
    08 Dihadiri Wakapolri dan Dua Gubernur, Rakernas IKA Unri Digelar 10-11 Desember 2022 di Siak
    09 HUT Korpri ke-51, Bupati Rohil Afrizal Sintong: ASN Harus Jadi Prajurit Kebhinekaan
    10 DPRD Rohil Paripurnakan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Umum Fraksi
    11 Gempa Cianjur, Pemprov Riau Serahkan Bantuan Dana Rp676 Juta
    12 Patroli Jalan Kaki, Kapolres Inhil Sambangi Tukang Becak dan Ojek
    13 Para Pensiunan Pemprov Riau Bangga dan Terharu Disambangi Gubernur Syamsuar
    14 Pemprov Riau Gerak Cepat, Jalan Lintas Rangau Duri Segera Diperbaiki
    15 Dianggarkan Rp32 Miliar di APBD-P, Gaji Guru PPPK Rohil Dibayarkan Mulai Pekan Ini
    16 Pelabuhan Perikanan Internasional Dibangun di Bagan Siapi-api Tahun 2023
    17 Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia, Gubri Berharap Jembatan Selat Melaka Bisa Terwujud
    18 HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional, Bupati Rohil Minta Kualitas Pendidikan Terus Ditingkatkan
    19 Kukuhkan Pengurus FSPSPKR, Bupati Rohil: Kami Sangat Menghargai Jasa Pendiri Kabupaten
    20 DPRD Rohil Gelar Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA PPAS Tahun 2023
    21 Pansus DPRD Bersama Pemkab Rohil Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan RTRW
    22 Bapemperda DPRD Rohil Rapat Bersama OPD Bahas Program Pembentukan Perda 2023
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar