MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
50 Tahun Apollo 11: Enam Kejadian Ini Nyaris Gagalkan Misi ke Bulan
Jumat, 19-07-2019 - 13:22:29 WIB
Astronot Apollo 11 Neil Armstrong dan Edwin E. "Buzz" Aldrin, manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan, menancapkan bendera Amerika Serikat di permukaan bulan dalam foto tanggal 20 Juli 1969 ini. (Foto: Dok.NASA)
TERKAIT:
   
 

JAKARTA, MataPers - Bulan Juli ini, genap 50 tahun Apollo 11 mendarat di Bulan. Bisa dikatakan, misi Apollo 11 adalah salah satu prestasi paling luar biasa umat manusia.

Tapi tahukah Anda bahwa Neil Armstrong dkk nyaris gagal menjadi manusia-manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan.

Berikut adalah enam kejadian yang hampir menggagalkan misi Apollo 11, seperti dilansir laman Live Science, Kamis, 18 Juli 2019.  

1. Apollo 1  

Pada 27 Januari 1967, kebakaran terjadi di tengah latihan peluncuran Apollo 1. Ketiga astronot  Roger Chaffee, Ed White dan Virgil "Gus" Grissom - tewas dalam kobaran api. Investigasi kemudian menemukan bahwa percikan berasal dari kabel yang rusak.

Ruangan modul dengan oksigen murni dan interior yang mudah terbakar menyulut kebakaran. Para astronot tidak dapat menyelamatkan diri dengan cepat, karena pintu palka terbuka ke dalam dan tekanan api begitu besar sehingga para astronot tidak dapat membuka pintu.

"Api itu juga bisa mengancam misi Apollo 11 dan membuat misi itu gagal," kata Robert Pearlman, seorang sejarawan luar angkasa AS dan pendiri serta editor collectSpace. "Itu menghentikan program selama setahun sampai 1968. Tetapi itu juga memberi NASA kesempatan untuk memikirkan kembali prioritasnya."

NASA mendesain ulang palka dan memberlakukan langkah-langkah keselamatan lainnya, yang memastikan bahwa misi Apollo 11 tidak akan menghadapi hambatan serupa di luar angkasa.

2. Neil Armstrong nyaris jadi korban

Armstrong, manusia pertama yang berjalan di bulan, hampir mati lebih dari setahun sebelum peluncuran Juli 1969. Pada 6 Mei 1968, ia mengemudikan kendaraan penelitian pendaratan bulan, sebuah pesawat yang dimaksudkan untuk mensimulasikan pendaratan di bulan.

Selama penerbangan, di Houston, propelan bocor mengakibatkan kegagalan total kontrol penerbangan. Ketika pesawat meluncur ke tanah, Armstrong berhasil melompat dan terjun dengan payung dari ketinggian sekitar 9 meter di atas tanah.

Pesawat meledak membentuk bola api saat menyentuh tanah.

3. Alarm yang tidak terduga

Ketika Apollo 11 bersiap untuk mendarat di bulan, para astronot di dalam pesawat- Armstrong, Edwin "Buzz" Aldrin dan Michael Collins - melihat komputer navigasi mereka menyalakan alarm 1202, yang berarti ada sesuatu yang salah.

Bukan tanggung jawab astronot untuk menghafal semua kode alarm, jadi mereka memberitahu kontrol misi untuk menentukan apakah mereka perlu membatalkan pendaratan, kata Pearlman.

Untungnya, kontrol misi telah melalui setiap kode yang mungkin terjadi selama simulasi di Bumi. Alarm khusus ini menandakan komputer kelebihan beban, dan astronot aman, kata pengontrol misi. 

"Apa yang terjadi adalah terlalu banyak perintah yang dimuat ke dalam komputer sehingga kehabisan memori," kata Pearlman kepada Live Science. 

4. Bahan bakar menipis

Saat para astronot Apollo 11 mendekati bulan, mereka mengalami sedikit keterlambatan yang menyebabkan mereka kehilangan tempat pendaratan yang ditentukan di Laut Ketenangan.

Armstrong, komandan misi, menyadari bahwa pesawat ruang angkasa itu turun di suatu daerah dengan kawah besar dan batu-batu besar. Jadi "dia mengambil alih kontrol manual dan melewati kawah besar dan melewati batu-batu besar untuk menemukan area yang dibersihkan  di Laut Ketenangan  di mana mereka bisa turun dengan aman," kata Pearlman.

Saat itu, bahan bakar mulai menipis, yang berarti ada kemungkinan para astronot harus membatalkan misi. Namun pesawat akhirnya bisa mendarat.

5. Sakelar rusak

Akhirnya, kru mendarat. Armstrong dan Aldrin menjadi orang pertama yang menapak Bulan. Tetapi ketika mereka mengenakan ransel portabel sistem pendukung kehidupan mereka (ransel besar dan ikonik itu), para astronot secara tidak sengaja menjatuhkan ujung pemutus sirkuit. Alat ini mengontrol tenaga ke mesin  yang akan membawa mereka kembali dari Bulan.

Setelah melaporkan kerusakan, Armstrong dan Aldrin melanjutkan penjelajahan mereka ke Bulan. Aldrin kemudian berhasil memperbaiki kerusakan itu.

"Aldrin, sebagai seorang insinyur, dia melihat ke celah di mana pemutus sirkuitnya terjadi dan menyadari bahwa jika dia dapat memasukkan sesuatu di sana, dia dapat menekan tombol yang telah putus," kata Pearlman.  

6. Serangan badai

Badai mencegah awak Apollo 11 mendarat di tempat yang telah ditentukan di Samudra Pasifik. Para astronot  diarahkan ke lokasi lain di Pasifik, tetapi itu berarti mereka jauh dari kapal penyelamat, USS Hornet, dan harus menunggu untuk dijemput, kata Pearlman.

Karena itu, "tidak ada cuplikan film atau TV saat-saat Apollo 11 kembali ke Bumi karena tidak ada seorang pun di sana yang menontonnya," kata Pearlman. "Tapi itu bisa menjadi masalah bagi kru, karena jika ada masalah dengan pesawat ruang angkasa ... tidak ada tim penyelamat di tempat itu." (mp01)

Sumber: tempo.co



 
Berita Lainnya :
  • 50 Tahun Apollo 11: Enam Kejadian Ini Nyaris Gagalkan Misi ke Bulan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kongres SPS: Januar P. Ruswita Terpilih Aklamasi Sebagai Ketum Serikat Perusahaan Pers
    02 UPT Samsat Selatpanjang Sosialisasi Pergub Nomor 06/2023 Langsung ''Door To Door''
    03 Sembilan Fraksi DPRD Rohil Sampaikan Pandangan Umum Terhadap 10 Ranperda
    04 DPRD Rohil Paripurnakan Ranperda Hak Inisiatif Dewan Usulan Komisi B dan Bapemperda
    05 DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian 6 Ranperda Pemkab Rohil
    06 Tinjau Maqari, Gubri Ingin Generasi Muda Riau Jadi Penghafal Al-Quran
    07 Kongres dan HPN 2023: SPS Riau Raih Penghargaan Terbaik Kedua Se-Indonesia
    08 Gubernur Lepas Delegasi Riau ke Puncak Peringatan HPN di Medan
    09 Pra Ops LK 2023, Polres Meranti Cek Kelengkapan Kendaraan Dinas dan Pribadi Personel
    10 Dihadiri Ratusan Wartawan, Bupati Rohil Buka Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Simatrik
    11 Cegah Lakalantas, Satlantas Polres Rohil Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
    12 Bupati Rohil Lantik Sukirman Jadi Camat Rimba Melintang
    13 Jonli Tetap Sah Sebagai Komisaris PT PIR, Erisman: Tidak Ada Aturan Yang Dilanggar
    14 Bupati Rezita Lepas JMSI Inhu ke HPN 2023 Medan dan HUT Jaringan Media Siber Indonesia
    15 Bupati Kasmarni Dukung Penuh JMSI Bengkalis, H Dheni: Sampaikan Kritik dengan Santun dan Beretika
    16 Pilih Ketua Umum Baru, Serikat Perusahaan Pers Gelar Kongres Pada HPN 2023 di Medan
    17 JMSI Riau Kutuk Penembakan Waketum, Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
    18 Peduli Ekonomi Desa, Gubri Syamsuar Raih Penghargaan Kemendes PDTT
    19 Tak Bawa Data Lengkap, Bupati Rohil Tunda Penetapan Harga HET LPG Dengan Hiswana Migas Riau
    20 Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur, Keluarga Korban Berharap Polsek Enok Tangkap Semua Pelaku
    21 Kirim Tiga Kader Ulama ke Istiqlal, Gubri: Riau Bisa Jadi Tolok Ukur Kemajuan Islam di Sumatera
    22 Banmus DPRD Rohil Gelar Rapat Rutin Bulanan Bahas Renja Tahun 2023
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar