MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
Besok, Buku Advokat Senior Ilhamdi Taufik Dibedah di ''Kampus Merah'' FH Unand
Jumat, 12-11-2021 - 17:06:48 WIB
Buku "Organisasi Advokat di Indonesia" karya Advokat Senior H Ilhamdi Taufik,SH,MH yang akan dibedah di aula Pascasarjana Fakultas Hukum Unand, di Padang, Sabtu besok.
TERKAIT:
 
  • Besok, Buku Advokat Senior Ilhamdi Taufik Dibedah di ''Kampus Merah'' FH Unand
  •  

    PADANG, MataPers - Pakar Hukum Universitas Andalas Prof. Dr. H. Elwi Danil, SH, MH bersama DR Luhut Marihot Parulian Pangaribuan,SH,LL.M dan advokat Denny Azani B Latief,SH akan tampil sebagai narasumber dalam bedah buku "Organisasi Advokat di Indonesia" karya Advokat Senior H Ilhamdi Taufik,SH,MH. 

    Bedah buku yang akan dimoderatori Dr. Edita Elda, SH., MH. tersebut digelar di Aula Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Sabtu (13/11/2021) besok, mulai pukul 08.00-12.00 WIB. 

    "Buku ini sebagai tanda mata dan kenang-kenangan dari seorang dosen yang memasuki purna tugas," kata Ilhamdi Taufik kepada MataPers.com lewat telepon, Jumat (12/11/2021) petang. 

    Ilhamdi yang juga dikenal sebagai salah seorang pengacara kondang dan bergabung dengan Kantor Hukum “DENNY AZANI & PARTNERS”,  resmi pensiun sebagai dosen pada 1 November 2021 lalu setelah mengabdi 35 tahun di Kampus Merah, sebuah julukan yang melekat pada Fakultas Hukum Universitas Andalas yang berada di kawasan Jalan Pancasila, Padang itu.

    Buku setebal 200 halaman yang diterbitkan Penerbit Rajawali Pers tersebut bersumber dari tesis S-2 Ilhamdi Taufik yang berjudul "Implikasi Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pengujian Undang-undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat Terhadap Organisasi Advokat Indonesia". Buku itu, kata Ilhamdi, memaparkan tentang Univikasi UU Advokat tahun 2003, eksistensi organisasi advokat di Indonesia serta harapan para advokat yang bercita-cita membuat single bar atau wadah tunggal guna menyikapi kemunculan sejumlah asosiasi advokat (multi-bar) pasca-"pecahnya" Peradi menjadi tiga kubu di tahun 2015.

    "Sebagian advokat dan pemerhati hukum mencoba merevisi untuk menyempurnakan UU Advokat nomor 18 tahun 2003," kata Ilhamdi Taufik, yang juga mertua dari Hakim Konstitusi asal Sumatera Barat, Prof. Saldi Isra SH. 

    Dalam pandangan Ilhamdi, multi bar asosiasi advokat punya kelebihan, tetapi juga banyak kelemahan. Di antaranya timbul persaingan tidak sehat, pola pengkarbitan seseorang yang "mendadak advokat" dan munculnya tindakan indisipliner di antara advokat. 

    "Ketika organisasi A menghukumnya, lalu advokat itu pindah dan diakomodir oleh  organisasi B. Nah, dalam rangka itulah orang-orang ini menyuarakan single bar walaupun multi bar itu punya kelebihan dan punya kelemahan. Dan tergantung kepada advokat itu sendiri," papar ayah tiga anak tersebut.

    Menurut Ilhamdi, lembaga-lembaga negara seperti Mahkamah Agung dan Presiden punya kewajiban moral untuk menyuburkan organisasi advokat. "Tapi jangan lupa di  developing country (negara berkembang) organisasi advokat biasa terpecah. Karena kalau mereka bersatu, pemerintah (akan) gamang," ungkap Ilhamdi lagi.

    Buku yang ditulisnya, kata Ilhamdi, bertitik tolak dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada tahun 2004 yang menguji dan kemudian membatalkan Pasal 31 UU No. 18 Tahun 2003. Pada pasal tersebut disebutkan bahwa "Setiap orang yang dengan sengaja menjalankan pekerjaan profesi Advokat dan bertindak seolah-olah sebagai Advokat, tetapi bukan Advokat sebagaimana diatur dalam Undang-undang ini, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.."

    Mahkamah Konstitusi menyatakan pasal 31 Undang-Undang Advokat tidak berlaku karena bertentangan dengan UUD 1945. Pasal itu bisa menghalangi kiprah LBH kampus menjalankan fungsi pelayanan dan bantuan hukum kepada rakyat miskin. "Jadi MK mencoba mencarikan solusi hukum dalam mengakomodasi kepentingan-kepentingan masyarakat yang melihat UU Advokat ini perlu pula diperbaiki," kata Ilhamdi.

    Kegiatan bedah buku yang diadakan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Universitas Andalas ini diperkirakan akan sangat menarik untuk disimak. Apalagi narasumber pembedah buku berasal dari para ahli dan praktisi hukum. Prof. Dr. H. Elwi Danil, SH, MH adalah mantan Dekan Fakultas Hukum Unand dan dikenal luas lewat sejumlah karya buku ilmu hukum, termasuk buku "Korupsi: Konsep, Tindak Pidana dan Pemberantasannya". 

    Sementara DR Luhut MP Pangaribuan,SH,LL.M selain menjadi dosen Hukum Pidana di Universitas Indonesia, juga mantan Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) 2015-2020. Luhut meraih gelar magister hukum dari University of Nottingham, Inggris dan disempurnakan dengan gelar doktor ilmu hukum di Universitas Indonesia.

    Sedangkan Denny Azani B Latief,SH yang juga alumni Fakultas Hukum Unand sudah malang melintang merambah belantara penegakan keadilan di Jakarta sebagai advokat dan mendirikan kantor hukum “DENNY AZANI & PARTNERS”. Lahir di Tembilahan, Riau, pada 28 Desember 1964, Denny berkampung di Dusun Bayur, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumbar. (mp01)



     
    Berita Lainnya :
  • Besok, Buku Advokat Senior Ilhamdi Taufik Dibedah di ''Kampus Merah'' FH Unand
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Besok Pagi Gubri Lantik Muflihun Pj Wako Pekanbaru dan Kamsol Pj Bupati Kampar
    02 Gubri Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni, Warga Pekanbaru Ucapkan Terimakasih
    03 BRK Sah Jadi Syariah, Mantan Gubri Apresiasi Komitmen Gubernur Syamsuar
    04 Jadi Irup Harkitnas, Bupati Rohil Ajak Seluruh Elemen Bersatu Bangun Daerah
    05 Presiden Buka Kembali Keran Ekspor CPO, Gubri: Semoga Harga TBS Naik Lagi
    06 Tol Pedang Bisa Rampung 2023, Progres Seksi Kipang Sudah 55 Persen
    07 PSPS Jadikan Stadion Utama Riau untuk Homebase Kompetisi Liga 2
    08 Soal Anjloknya Harga Sawit, Gubri: Tunggu Keputusan Presiden Dua Minggu Lagi
    09 Polda Riau Ungkap Kasus Pencucian Uang dari Hasil Bisnis Narkoba
    10 Taja Workshop Dendang Syair, Sendratasik FKIP UIR Hadirkan Maestro Asal Malaysia
    11 Khawatirkan Nasib Petani Sawit, Gubri Lobi Pusat Bahas Larangan Ekspor CPO
    12 Petugas Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Ganja Kering
    13 Warga Keluhkan Bau Busuk, Ternyata Ada Mayat Pria 50 Tahun di Kamar Kos
    14 Pasca-Pelonggaran Protokol Kesehatan, AP II Terapkan Ketentuan Baru Penerbangan
    15 LAMR Minta Pusat Utamakan Usulan Gubernur Dalam Menentukan Pj. Kepala Daerah
    16 UAS Dideportasi, Anggota DPR-RI Minta Pemerintah Panggil Dubes Singapura
    17 Secara Relijius dan Kultural, LAMR Tersayat Akibat Pendeportasian UAS dari Singapura
    18 Kemenkumham Telusuri Penyebab Singapura Deportasi Ustadz Abdul Somad
    19 Harga Sawit Anjlok, Gubri Bermohon ke Presiden untuk Meninjau Kembali Pelarangan Ekspor CPO
    20 CATATAN H DHENI KURNIA: Menimang PJ Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar
    21 Harga Anjlok, Besok Gubri Kumpulkan Asosiasi Pengusaha dan Petani Sawit
    22 Dubes Arab Saudi Kirim Hadiah untuk Pemprov Riau Berupa Al Quran dan 4 Ton Kurma
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar